elegi minah

wajahnya meratap. Tangannya gemetar. Air matanya menetes pelan. Minah tak kuasa menahan kesedihannya duduk di kursi pesakitan di Pengadilan Negeri Purwokerto. Dia menanti vonis hakim karena tak sengaja mengambil tiga buah kakao milik sebuah perusahaan perkebunan di desanya.

Hakim yang juga ikut menangis, entah karena apa, akhirnya memvonis Minah dengan 1,5 bulan penjara dan 3,5 bulan percobaan. Minah memang tak lantas masuk bui. Tapi jika kedapatan mengulangi perbuatannya dia akan dijebloskan ke penjara.

Nenek Minah mungkin satu dari sekian banyak wajah kaum kecil yang tak punya daya apa-apa di hadapan hukum negeri ini yang porak poranda. Dia disidang tanpa didampingi seorang pengacara pun. Padahal setiap warga negara punya hak untuk didampingi pengacara dan kalau tak mampu negara wajib menyediakannya.

Seorang teman bilang, setiap perbuatan pidana harus mendapatkan hukuman. Ya saya sepakat tapi untuk tiga buah kakao dengan harga Rp 30 ribu, bukankah kasus ini tak perlu masuk pengadilan segala.

Mungkin Minas seumur hidup akan trauma. Dia mungkin jeri untuk masuk wilayah perkebunan kakao itu. Dia mungkin takut melakukan apa-apa karena tak ingin berada lagi di kursi pesakitan.

Hakim seharusnya membuat terobosan hukum ketika mendapati kasus seperti Minah. Misalnya saja, Minah tak diberi sanksi pidana melainkan sanksi sosial seperti bekerja di perusahaan itu? Atau mungkin ada cara lain yang lebih baik.

Kasus ini sebetulnya sudah bisa dihentikan di tingkat kepolisian. Seharusnya polisi menempuh langkah-langkah perdamaian agar kasus ini tak terjadi lagi.

Nah sekarang bandingkan dengan kasus yang lagi banyak dibicarakan orang tentang bank century atau kasus Anggoro dan Anggodo.

Atau bayangkan dengan penilap uang negara miliaran hingga triliunan rupiah BLBI. Mereka kini enak-enakan ongkang-ongkang kaki karena punya akses ke kekuasaan dan penegak hukum. Mereka mampu membayar pengacara dengan rate dolar.

Banyak teman menarik nafas panjang dan miris dengan penegakan hukum di negeri ini. Saya hanya bisa berpikir, apakah masih akan ada Minah-Minah lain di negeri ini?

aku meninggalkan senja yang gamang dengan sejuta pertanyaan
membiarkannya mengambang seperti awan-awan putih di langit

aku ingin menikmati malam ini
seperti menikmati malam-malam tanpamu……

tak berani

aku tak berani melewati hujan karena aku tahu aku akan terus mengenangmu sepanjang jalan

aku tak berani menentang hujan karena di tiap bulirnya ada kamu

tak akan

menikmati hujan dalam setiap tetesnya ada kamu
meski kau memintaku melupakanmu tapi aku tak akan karena kau akan selalu hadir di tiap tetes hujan, di hembusan nafas, di setiap siang dan malam…..

waktu

seandainya bisa waktu kuputar, tentu aku akan memelukmu erat menciummu hingga jatuh pagi karena hari ini aku merindukanmu sangat…..

Halaman Berikutnya »


Wajah

Tentang seorang yang ingin berbagi tentang apa saja

Today’s Quote

"Justice and freedom for Palestinians is the key that will open this door." Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh dalam surat terbukanya pada Presiden AS Barack Hussein Obama menanggapi pernyataan Obama bahwa dia akan memperbaiki hubungan dunia Islam.

Corong

logobg2wday YUK RAMAI-RAMAI KE B2W DAY 29 AGUSTUS 2008

 

Desember 2009
S S R K J S M
« Nov    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031