Arsip untuk November, 2006

belum ada judul

…..

Tak kudengar lagi seruling gembala

nyanyikan lagu pujian….

Suara Nicky Astria sudah meraung-raung pagi ini. Sebuah stasiun radio yang mengaku, radionya pasangan muda, menyiarkan lagu lawas itu. Pikiranku langsung berpikir, sepertinya sudah tak pernah lagi kudengar lagu-lagu bertema alam atau kepedulian pada lingkungan hidup dari grup-grup yang sedang kesohor saat ini.

Hampir semua grup yang baru muncul menyanyikan kidung-kidung cinta picisan. Sulit rasanya mencari lirik-lirik yang mengagungkan cinta pada lingkungan. Jadi ingat lirik-lirik yang dihasilkan Iwan Fals, seperti ini:

Raung buldoser gemuruh pohon tumbang berpadu dengan jerit isi rimba raya tawa kelakar badut-badut serakah tanpa HPH berbuat semaunya………

Lestarikan alam hanya celoteh belaka Lestarikan hutan mengapa tidak dari dulu….o mengapa……

Iwan Fals sekarang juga lebih senang menelurkan album bertema cinta picisan. Tak ada lagi kisah cinta yang dalam seperti lagu Lonteku

Lonteku terima kasih atas pertolonganmu di malam itu Lonteku dekap padaku mari kita nyanyikan cerita hari esok………

Apakah grup-grup musik saat ini sudah teralienasi dengan lingkungannya sendiri? Atau mereka tak peka lagi pada kondisi lingkungan? Padahal, kondisi kita semakin parah.

Selain korupsi, Jakarta misalnya menempati tempat teratas sebagai kota terpolusi di dunia. Atau hutan kita yang terus berkurang dari tahun ke tahun. Ratusan hewan langka sedikit demi sedikit punah.

Apakah kita akan diam saja?

Berpangku tangan hingga semua surga yang diberikan Tuhan pada negeri ini hilang? Lalu saban hari kita akan mendengar berita duka dari penjuru negeri?

Apakah kita akan terus diam?

28-11-06 dari pojok velbak

Pagi di Jakarta Memang Tak Seindah Puisi (Catatan yang tercecer)

Sudah sejak kamis malam tidurku gelisah. Tanggal tua memang, tapi bukan itu. Jumat pagi besok aku berencana ikut teman-teman komunitas bike to work mengantar juru bicara kepresidenan Andi Mallarangeng ke kantornya di Bina Graha. Tentu saja dengan menggenjot sepeda.

Setelah semua persiapan sejak malam dipersiapkan, pagi itu akhirnya datang juga. Istriku masih terkantuk-kantuk, tapi dia dengan setia menyiapkan aku segelas teh panas dan lontong buat sarapan. Kulahap lontong itu. Hmm rasanya sungguh lezat.

Waktu menunjuk pukul 05.45, aku bergegas. Maklum, aku harus sampai di Pancoran sekitar pukul 06.30. Setelah mengecek semua kelengkapan sepeda, akhirnya kukayuh Apache-ku.

Bayanganku saat itu, hari masih pagi berarti jalan masih relatif sepi. Jalur ke arah Pancoran belum pernah aku lalui sebelumnya. Selama ini aku lewat jalur Kemang yang relatif sangat sepi meski hari sudah siang.

Ternyata bayanganku salah. Di jalan raya, motor berlarian amat kencang. Metromini dan Kopaja sudah mengepul-ngepulkan asap hitamnya. Belum lagi mobil-mobil pribadi yang berseliweran mengantar anak-anak ke sekolah. Ah….

Kaget, sungguh, aku tak menyangka pagi di Jakarta sungguh berat. Tak ada keindahan puisi dengan langit biru yang terang dan udara yang sejuk. Semua sumpek. Ya, pagi di Jakarta memang tak seindah puisi. Dia kejam!

Sepeda kukayuh dengan kecepatan standar. Sampai di Kalibata aku bertemu dengan dua anggota bike to work lainnya. Kami bertiga akhirnya berkonvoi menuju Pancoran. Sayang, teman kami yang satu orang, harus langsung ke kantornya di kawasan Menara Mulia.

Tinggallah aku berdua dengan Om Yudi, teman baruku. Ternyata rumahnya tak terlalu jauh dari rumahku. Setelah berbincang ke sana kemari satu per satu teman yang lain datang.

Tinggal menunggu rombongan Andi Mallareng dari arah Cawang. Setelah kelihatan dari jauh, aku langsung ikut konvoi yang cukup besar itu. Waah, inilah konvoi kedua setelah aksi simpatik agustus lalu yang kuikuti.

Jalan di Jakarta terutama jalur protokol yang tak ramah akhirnya kami lewati. Kecepatan Andi Mallarangeng ternyata boleh juga. Hingga akhirnya kami sampai di kantor sekretariat negara. Cukup banyak juga yang kumpul. Ah senangnya hati ini, punya banyak teman yang bervisi sama, menyelamatkan lingkungan ini demi masa depan kelak.

Pagi di jakarta sungguh tak seindah puisi tapi bersama teman-teman kekecewaan itu terobati.

velbak–november 2006

cinta

Hampir tengah malam ketika pesan pendek itu datang:

“Gw lagi jatuh cinta nih, tapi gw gak yakin bisa memiliki…”

“Ama siapa or apa?” jawabku.

“Ya sama orang!” kembali dia menjawab.

Baru berputar-putar pikiranku. Tak mungkin, dia udah punya suami. “Wah berabe, nyebut-nyebut,” balasku lagi.

“Gimana tolongin gw doong.” Ah semakin bingung aku dibuatnya.

Ternyata eh ternyata dia itu sedang jatuh cinta sama seorang anak kecil bernama Eni. Gduubraaaak………..uh siaal….. Dia cuma cengengesan. “Dasar pikiran lo….” katanya.

Yp, temanku itu bercerita, dia punya teman liputan, temannya punya anak, ya namanya Eni itu tadi. “Dia lucu banget….” Baru-baru ini Yp ditinggal pergi selamanya oleh anak semata wayangnya, Lintang. Dia begitu cinta dengan anak yang sudah lama diidamkannya itu.

Kini dia jatuh cinta pada seorang gadis bernama Eni. Umurnya 11 tahun. “Dia gadis biasa aja, tapi gak tahu kenapa gue langsung jatuh cinta,” katanya. “Sebentar lagi dia besar dia pasti menghadapi masalah-masalah perempuan, dan gue pingin jadi temannya.”

Aku kehabisan kata. Yp seorang yang rasional. Tapi soal ini, aku harus hati-hati menanggapinya karena dia bisa tiba-tiba sensitif dan marah-marah.

Dia bahagia, katanya kemarin sudah berjumpa dengan Eni. Aku ikut bahagia.

Cinta bisa tumbuh dimana saja

untuk siapa saja

kapan saja

kita tak bisa mengelak

——–velbak—–

kamu

masih seperti yang dulu

rajin bertanya tentang malam-malamku

tak lelah mengingatkan siangku

selalu ingat kebiasaanku

menapaki malam

membelah belantara

meracik cita

Ah, aku kangen padamu……


Wajah

Tentang seorang yang ingin berbagi tentang apa saja

Today’s Quote

"Justice and freedom for Palestinians is the key that will open this door." Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh dalam surat terbukanya pada Presiden AS Barack Hussein Obama menanggapi pernyataan Obama bahwa dia akan memperbaiki hubungan dunia Islam.

Corong

logobg2wday YUK RAMAI-RAMAI KE B2W DAY 29 AGUSTUS 2008

 

November 2006
S S R K J S M
    Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930