Hampir tengah malam ketika pesan pendek itu datang:
“Gw lagi jatuh cinta nih, tapi gw gak yakin bisa memiliki…”
“Ama siapa or apa?” jawabku.
“Ya sama orang!” kembali dia menjawab.
Baru berputar-putar pikiranku. Tak mungkin, dia udah punya suami. “Wah berabe, nyebut-nyebut,” balasku lagi.
“Gimana tolongin gw doong.” Ah semakin bingung aku dibuatnya.
Ternyata eh ternyata dia itu sedang jatuh cinta sama seorang anak kecil bernama Eni. Gduubraaaak………..uh siaal….. Dia cuma cengengesan. “Dasar pikiran lo….” katanya.
Yp, temanku itu bercerita, dia punya teman liputan, temannya punya anak, ya namanya Eni itu tadi. “Dia lucu banget….” Baru-baru ini Yp ditinggal pergi selamanya oleh anak semata wayangnya, Lintang. Dia begitu cinta dengan anak yang sudah lama diidamkannya itu.
Kini dia jatuh cinta pada seorang gadis bernama Eni. Umurnya 11 tahun. “Dia gadis biasa aja, tapi gak tahu kenapa gue langsung jatuh cinta,” katanya. “Sebentar lagi dia besar dia pasti menghadapi masalah-masalah perempuan, dan gue pingin jadi temannya.”
Aku kehabisan kata. Yp seorang yang rasional. Tapi soal ini, aku harus hati-hati menanggapinya karena dia bisa tiba-tiba sensitif dan marah-marah.
Dia bahagia, katanya kemarin sudah berjumpa dengan Eni. Aku ikut bahagia.
Cinta bisa tumbuh dimana saja
untuk siapa saja
kapan saja
kita tak bisa mengelak
——–velbak—–

Komentar Terakhir