…..
Tak kudengar lagi seruling gembala
nyanyikan lagu pujian….
Suara Nicky Astria sudah meraung-raung pagi ini. Sebuah stasiun radio yang mengaku, radionya pasangan muda, menyiarkan lagu lawas itu. Pikiranku langsung berpikir, sepertinya sudah tak pernah lagi kudengar lagu-lagu bertema alam atau kepedulian pada lingkungan hidup dari grup-grup yang sedang kesohor saat ini.
Hampir semua grup yang baru muncul menyanyikan kidung-kidung cinta picisan. Sulit rasanya mencari lirik-lirik yang mengagungkan cinta pada lingkungan. Jadi ingat lirik-lirik yang dihasilkan Iwan Fals, seperti ini:
Raung buldoser gemuruh pohon tumbang berpadu dengan jerit isi rimba raya tawa kelakar badut-badut serakah tanpa HPH berbuat semaunya………
Lestarikan alam hanya celoteh belaka Lestarikan hutan mengapa tidak dari dulu….o mengapa……
Iwan Fals sekarang juga lebih senang menelurkan album bertema cinta picisan. Tak ada lagi kisah cinta yang dalam seperti lagu Lonteku
Lonteku terima kasih atas pertolonganmu di malam itu Lonteku dekap padaku mari kita nyanyikan cerita hari esok………
Apakah grup-grup musik saat ini sudah teralienasi dengan lingkungannya sendiri? Atau mereka tak peka lagi pada kondisi lingkungan? Padahal, kondisi kita semakin parah.
Selain korupsi, Jakarta misalnya menempati tempat teratas sebagai kota terpolusi di dunia. Atau hutan kita yang terus berkurang dari tahun ke tahun. Ratusan hewan langka sedikit demi sedikit punah.
Apakah kita akan diam saja?
Berpangku tangan hingga semua surga yang diberikan Tuhan pada negeri ini hilang? Lalu saban hari kita akan mendengar berita duka dari penjuru negeri?
Apakah kita akan terus diam?
28-11-06 dari pojok velbak

0 Tanggapan ke “belum ada judul”