aku terpana cantikmu
putihmu menggantung hati
dinginmu menoreh malam
ketika itu aku terpana
bolehkah kita berkencan agak lama?
agar bisa mencumbu rimbunmu
biar aku bisa menilik elokmu lebih dalam
kamu sering menggodaku dengan cerita-cerita hebatmu
cerita tentang mata yang berbinar saat gelap
musik menderu yang dipadu kekicauan
wajahmu yang selalu diselimuti misteri
ah, kamu adalah kedamaian
kapan kita bertemu lagi
lalu bernyanyi bersama
dan aku akan menjagamu dari siapapun yang hendak menyakitimu
aku siap mati untukmu
Halimun….I’m in love…..
Gn. Halimun
25 Desember 2006

0 Tanggapan ke “ketika”