Seharusnya tawa dan tangis digunakan untuk dua fungsi yang berbeda. Tawa biasa digunakan untuk melambangkan kebahagiaan, sedangkan tangis keluar saat kesedihan melanda. Setidaknya dua definisi inilah yang dipahami Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie.
Menurutnya tertawa itu lambang rakyat tak sedang dilanda bencana hebat. Jadi tak perlulah membesar-besarkan bencana banjir yang menenggelamkan ibukota. Dalam pandangan pak menteri, selama rakyat masih tertawa, itu berarti bukan bencana.
Mungkin pak menteri lupa, rakyat yang tertawa saat air sedikit demi sedikit menenggelamkan rumah mereka adalah tawa pahit. Tertawa adalah satu-satunya yang bisa dipelihara mereka dengan baik saat menghadapi bencana. Tertawa adalah obat stres yang bisa melupakan sejenak bencana yang membekap.

Komentar Terakhir