Ada kejadian mengejutkan di DPR hari ini. Seperti dikutip situs detik.com, Murdaya Poo, anggota dewan dari PDIP membagi-bagi angpao buat peserta rapat komisi III dewan dengan kepolisian. Koh Poo dengan santai membagi-bagi angpao berisi uang Rp 100 ribu ke Kapolri dan jajarannya.
Yang lucu, anggota dewan yang gak kebagian ikut-ikutan rebutan angpao ke tuan Poo. Pak Sutanto dan kawan-kawan sama sekali tak menolak angpao itu. Entah apakah ini menunjukkan bahwa baik terang-terangan atau tertutup, bapak-bapak yang berseragam coklat-coklat itu memang suka menerima angpao atau tidak. Tapi sulit dipahami, kenapa mereka yang sudah terang banyak uang masih ‘tega’ menerima uang dari tuan Poo.
Kalau perbuatan anggota dewan yang juga ikut merengek ke rekannya itu mungkin kita sudah mahfum. Soal angpao yang sering berseliweran di gedung wakil rakyat itu memang sudah rahasia umum. Apalagi kelakuan mereka yang cenderung ‘mata ijo’ kalau melihat uang.
Coba hitung berapa amplop yang dikeluarkan tuan Poo hari itu. Jika saja satu ruang sidang berisi 30 orang itu berarti dia memberikan Rp 3.000.000. Ini jelas jumlah uang yang tak seberapa di kantungnya. Tapi coba bayangkan warga korban banjir yang kini masih tersandera di pengungsian, uang seratus ribu tentu amat berguna buat mereka.

Komentar Terakhir