Suatu pagi saat kaki ini mengayuh sepeda menuju ke kantor, ada suara khas yang mengingatkanku pada seseorang. Bunyi nampan yang dipukul kayu kecil itu nyaring. Suaranya menggema. Pikulannya pun khas, dua panci yang ditaut sebilah bambu.
Tulisan kembang tahu warna oranye hampir tak terlihat. Ya, nama makanan ini kembang tahu. Makanan yang diolah dari kedelai ini sudah jarang dilihat. Mencarinya juga sedikit susah. Warna putih mirip-mirip tahu itu diiris tipis-tipis memenuhi mangkuk kecil. Setelah itu, diguyurlah air jahe dicampur gula jawa. Rasanya mak nyuss…….rasanya leher dan tubuh disiram kehangatan.
Harganya kini sekitar Rp 4.000 semangkuk. Tapi untuk pelepas dahaga dan penambah semangat nggenjot, kembang tahu boleh lah. Tapi tetap saja, ada perasaan yang tak pernah bisa hilang saat menyantap kembang tahu. Ingatan tentang seorang teman yang kini jauh.
Kembang tahu adalah makanan favoritnya. Ah, seandainya saja kita masih bisa menyantap kembang tahu itu bersama……..
apa kabarmu?

0 Tanggapan ke “kembang tahu”