naik kopaja pagi ini bikin mual hati. Bayangkan sepanjang perjalanan sopir tak pernah berhenti memaki. Sepertinya dia takut sekali rejekinya hilang karena bus kopaja lain ikut membuntuti.
Naik bus kota seperti kopaja memang makan hati. Hentakan yang membuat jantung seperti ingin berhenti belum lagi ocehan sang sopir yang membuat telinga sakit tak terperi.
Lalu sampai kapan transportasi dibenahi?

0 Tanggapan ke “kopaja”