Hidup di negeri ini memang harus bisa menyimpan bergalon air mata. Hampir tiap hari kita disajikan berita duka: gempa yang melantak, gunung yang marah, kapal terbakar, pesawat hilang, pesawat terbakar, keluarga yang dibantai, dan masih banyak lagi.
Seorang teman bertanya, “besok ada berita duka apa lagi?” Hidup dan mati akhirnya menjadi teka-teki bahkan bisa jadi dibawa ke meja judi. Seperti ketika hendak naik ke atas pesawat, kapal atau bis kota, kita juga berjudi dengan nyawa.
Bahkan di sebuah milis ditulis, di sini setiap hendak naik pesawat, maka kita akan paham agama masing-masing penumpang. Karena saat hendak take off atau landing, biasanya rangkaian doa begitu keras mereka daraskan, bahkan hingga orang satu pesawat bisa terdengar.
Semoga saja deraan panjang ini berhenti. Lalu kita bisa tertawa lagi……

0 Tanggapan ke “duka tak henti”