Pagi ini saya mendapat kabar dari seorang kawan: Pak Wakidjo meninggal dunia. Inalillahi Wainailahi rojiuun…..
Pak Wakidjo itu satpam sekolah di SMA 28. Orangnya berperut sedikit buncit dengan kumis melintang, khas tentara jaman baheula. Dialah jagal untuk urusan telat masuk sekolah. Dia yang menjadi eksekutor dan menutup pintu pagar jika angka sudah menunjuk pukul 07.00 WIB. Saat itu, tak boleh lagi ada murid yang masuk di atas pukul 07.00.
Tapi dia hanya mengerjakan tugas dari kepala sekolah. Sebatas penegak disiplin dari sekolah dengan beberapa siswa yang sering melanggar peraturan. Saya termasuk orang yang sering masuk lewat dari jam yang ditentukan. Padahal, jarak rumah dari sekolah cuma sepelemparan batu hehehehe…….
Apalagi kalau pelajaran matematika menjadi mata pelajaran pertama, duh pastilah sengaja saya telat-telatin datengnya. Tapi pak Wakidjo adalah penunggu pagar yang tak galak-galak amat. Dia selalu memberi toleransi saya untuk masuk meski saya telat datang lima menit.
Risikonya ya tentu saja saya harus berhadapan dengan guru piket yang sudah berjaga-jaga. “Tahu rumah kamu dimana?” begitu kata seorang guru piket. Dia lalu menjewer saya dan kemudian menyuruh saya segera masuk kelas. Hehehehe…..biar dijewer yang penting bisa ikut pelajaran pertama.
Setelah saya lulus, pak Wakidjo masih setia menunggu gerbang sekolah. Kadang saya mampir untuk sekedar memberi salam padanya. Hebatnya, dia tak pernah lupa pada saya. Murid sedikit badung yang pernah berhadapan dengannya.
Selamat jalan pak Wakidjo, semoga amal ibadahnya di terima di sisinya.

Komentar Terakhir