Selamat pagi jenderal
apa kabarmu pagi ini?
Kulihat kau masih tegak berdiri memandang langit yang tak biru lagi
Apakah kau tak lelah menghirup asap berjelaga hitam di ujung jalan ini?
Rasanya aku ingin meminjamkan masker ini padamu
Agar paru-parumu tak bertambah parah
Selamat pagi Jenderal…
Sudah berapa kendaraan yang kau hitung melewati dirimu begitu saja
Tanpa menghormat, padahal kau terus menghormat
Apakah kau mencatat setiap kejadian yang berlangsung di hadapanmu?
Cerita semalam misalnya,
sepasang kekasih yang baru keluar dari sebuah diskotek tepat tengah malam sambil terhuyung-huyung, mabuk barangkali…..
Atau kau melihat ulah ugal-ugalan pengendara mobil di jalan ini?
Kalau kau mencatat aku ingin sekali meminjam catatanmu kemudian menjadikannya sebuah buku dengan sampul tebal dan kujual dengan harga mahal
Selamat Pagi Jenderal,
Apa kabar belantara beton pagi ini?
Tentu tak sama dengan belantara yang dulu….
Ingin rasanya aku menandumu
mengangkatmu keluar dari belantara ini
lalu kita bergerilya lagi
agar hutan-hutan tak ditebangi
agar polusi tak menjadi-jadi
agar hewan-hewan terlindungi
Bagaimana Jenderal?
Ujung Jalan Jenderal Sudirman, Juni 2007

Komentar Terakhir