Keinginan yang sudah lama tertunda. Bertandang ke Cariu untuk sekadar menengok desa tempat Kuliah Kerja Nyata saya 10 tahun yang lalu. Tantangannya: tentu saja bersepeda!
Cariu masuk dalam kabupaten Bogor. Sewaktu kuliah dulu, wilayah ini bersama Jonggol kabarnya akan dijadikan pusat pemerintahan negara menggantikan Jakarta. Kira-kira daerah ini akan dijadikan seperti daerah Putrajaya di Malaysia.
Perjalanan sepeda kali ini tetap dilakukan bersama duet saya kang Adek. Dia pula yang selalu menggoda saya untuk nggenjot ke Cariu. Pagi buta saya mulai berangkat dari Kranji untuk menjemput kang Adek. Pagi-pagi saya sudah nyasar. Maklum cuma pernah sekali ke rumahnya.
Sepeda mulai digowes melewati perumahan yang sudah tumbuh padat di Bekasi. Yang kasihan, orang-orang perumahan ini tak punya sebuah taman kota yang luas sekadar untuk berolahraga. Bahkan mereka harus mengadakan senam bersama di sebuah pusat pertokoan yang nyaris tak ada pohonnya. Duh…perencanaan kota yang buruk memang.
Nawit adalah tujuan pertama. Berbekal peta fotokopi. Kami melewati jembatan nawit yang legendaris di kalangan pesepeda. Setelah menyebrang sungai, perjalanan melewati sawah dan kebun silih berganti. Sayang sawahnya sedang puso. Musim kemarau membuat tanaman padi ambruk, begitu juga wajah para petaninya.

Jembatan Nawit nan legendaris


Komentar Terakhir