Arsip untuk Agustus, 2007

Road to Cariu

Keinginan yang sudah lama tertunda. Bertandang ke Cariu untuk sekadar menengok desa tempat Kuliah Kerja Nyata saya 10 tahun yang lalu. Tantangannya: tentu saja bersepeda!

Cariu masuk dalam kabupaten Bogor. Sewaktu kuliah dulu, wilayah ini bersama Jonggol kabarnya akan dijadikan pusat pemerintahan negara menggantikan Jakarta. Kira-kira daerah ini akan dijadikan seperti daerah Putrajaya di Malaysia.

Perjalanan sepeda kali ini tetap dilakukan bersama duet saya kang Adek. Dia pula yang selalu menggoda saya untuk nggenjot ke Cariu. Pagi buta saya mulai berangkat dari Kranji untuk menjemput kang Adek. Pagi-pagi saya sudah nyasar. Maklum cuma pernah sekali ke rumahnya.

Sepeda mulai digowes melewati perumahan yang sudah tumbuh padat di Bekasi. Yang kasihan, orang-orang perumahan ini tak punya sebuah taman kota yang luas sekadar untuk berolahraga. Bahkan mereka harus mengadakan senam bersama di sebuah pusat pertokoan yang nyaris tak ada pohonnya. Duh…perencanaan kota yang buruk memang.

Nawit adalah tujuan pertama. Berbekal peta fotokopi. Kami melewati jembatan nawit yang legendaris di kalangan pesepeda. Setelah menyebrang sungai, perjalanan melewati sawah dan kebun silih berganti. Sayang sawahnya sedang puso. Musim kemarau membuat tanaman padi ambruk, begitu juga wajah para petaninya.

Jembatan Nawit nan legendaris

Lanjutkan membaca ‘Road to Cariu’

Jangan Bakar Buku Sejarahku

Belakangan ada pemandangan yang unik di media massa. Pejabat daerah ramai-ramai membakar buku sejarah yang tidak mencantumkan nama Partai Komunis Indonesia dalam bab tentang Gerakan 30 September.

Buku dibakar? Buat saya ini adalah sebuah pekerjaan biadab yang dilakukan aparat pemerintah. Tak seharusnya buku-buku itu dibakar. Pembakaran buku hanya akan membuat kita tampak bodoh karena kesalahan seharusnya diperbaiki dan bukan dibakar!

Bukankah jika buku itu sudah ditarik dari peredaran buku-buku itu bisa didaur ulang kembali? Tentu hal ini akan menghemat kertas yang berasal dari hutan-hutan kita yang tiap hari habis ditebangi.

Mari kita lawan pembakaran buku sejarah!!!!!!

Merdeka

Dua hari yang lalu saat jalan ke Taman Menteng saya bertemu seorang penyemir sepatu.

“Sekolah?” tanyaku.

“Udah nggak lagi. Berenti di kelas 2.”

“Kenapa gak diterusin?”

“Gak punya biaya,” jawab penyemir berambut merah itu.

“Sekarang tinggal dimana?” tanyaku penasaran.

“Gak punya rumah. Numpang di rumah orang.”

Percakapan tadi terjadi di tengah riuh rendah anak-anak muda berpakaian necis sambil menggandeng pacarnya yang cantik-cantik dengan wangi parfum yang harganya selangit.

Saya tak bisa berkata apa-apa. Bukankah pendidikan seharusnya sudah tak menjadi masalah di ibu kota ini? Anggaran Pendapatan Belanja Daerah yang mencapai 20,8 triliun rupiah (revisi dari hurri) apakah tak bisa hanya untuk membuat si anak semir tadi sekolah? “Sekolahnya sih gratis tapi bukunya gimana? Seragamnya?”

Ah, dua hari lagi bangsa ini memperingati kemerdekaannya. Sudah 62 tahun merdeka, tapi kita masih terus melihat kemiskinan di sana-sini. Anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang terus diintai para penjahat untuk kemudian dimutilasi, dan orang-orang yang tak punya tempat tinggal.

Sudahkah kita merdeka?

Tangis

Adakah yang lebih menyakitkan dari tangis?

www.ice.org

Kesalehan Sosial

Pemandangan pagi ini di bus membuat saya akhirnya tergerak menuliskan ini:

Seorang pemuda berjenggot panjang dengan celana bahan berwarna hijau tua  asyik membaca buku yang berjudul sampul: Let’s Go : Kaum muslim muda bla..bla….(saya lupa selanjutnya). Di sebelahnya seorang ibu tua berdiri mencengkram erat pegangan besi, menahan laju bus yang ugal-ugalan. Di tangan yang satunya, perempuan itu memegang susu cucunya yang sudah duduk bersama ibunya.

Saya yang berdiri tepat disampingnya hanya bisa menelan ludah menyaksikannya. Bagaimana mungkin, seorang muda yang masih sehat jiwa raga (terlihat lo dari tampak luar), membiarkan ibu tua tadi terombang-ambing bus yang seenaknya salip sana-sini dan ngerem mendadak.

Lanjutkan membaca ‘Kesalehan Sosial’

Halaman Berikutnya »


Wajah

Tentang seorang yang ingin berbagi tentang apa saja

Today’s Quote

"Justice and freedom for Palestinians is the key that will open this door." Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh dalam surat terbukanya pada Presiden AS Barack Hussein Obama menanggapi pernyataan Obama bahwa dia akan memperbaiki hubungan dunia Islam.

Corong

logobg2wday YUK RAMAI-RAMAI KE B2W DAY 29 AGUSTUS 2008

 

Agustus 2007
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031