Belakangan ada pemandangan yang unik di media massa. Pejabat daerah ramai-ramai membakar buku sejarah yang tidak mencantumkan nama Partai Komunis Indonesia dalam bab tentang Gerakan 30 September.
Buku dibakar? Buat saya ini adalah sebuah pekerjaan biadab yang dilakukan aparat pemerintah. Tak seharusnya buku-buku itu dibakar. Pembakaran buku hanya akan membuat kita tampak bodoh karena kesalahan seharusnya diperbaiki dan bukan dibakar!
Bukankah jika buku itu sudah ditarik dari peredaran buku-buku itu bisa didaur ulang kembali? Tentu hal ini akan menghemat kertas yang berasal dari hutan-hutan kita yang tiap hari habis ditebangi.
Mari kita lawan pembakaran buku sejarah!!!!!!

0 Tanggapan ke “Jangan Bakar Buku Sejarahku”