9 Komentar

Road to Cariu

Keinginan yang sudah lama tertunda. Bertandang ke Cariu untuk sekadar menengok desa tempat Kuliah Kerja Nyata saya 10 tahun yang lalu. Tantangannya: tentu saja bersepeda!

Cariu masuk dalam kabupaten Bogor. Sewaktu kuliah dulu, wilayah ini bersama Jonggol kabarnya akan dijadikan pusat pemerintahan negara menggantikan Jakarta. Kira-kira daerah ini akan dijadikan seperti daerah Putrajaya di Malaysia.

Perjalanan sepeda kali ini tetap dilakukan bersama duet saya kang Adek. Dia pula yang selalu menggoda saya untuk nggenjot ke Cariu. Pagi buta saya mulai berangkat dari Kranji untuk menjemput kang Adek. Pagi-pagi saya sudah nyasar. Maklum cuma pernah sekali ke rumahnya.

Sepeda mulai digowes melewati perumahan yang sudah tumbuh padat di Bekasi. Yang kasihan, orang-orang perumahan ini tak punya sebuah taman kota yang luas sekadar untuk berolahraga. Bahkan mereka harus mengadakan senam bersama di sebuah pusat pertokoan yang nyaris tak ada pohonnya. Duh…perencanaan kota yang buruk memang.

Nawit adalah tujuan pertama. Berbekal peta fotokopi. Kami melewati jembatan nawit yang legendaris di kalangan pesepeda. Setelah menyebrang sungai, perjalanan melewati sawah dan kebun silih berganti. Sayang sawahnya sedang puso. Musim kemarau membuat tanaman padi ambruk, begitu juga wajah para petaninya.

Jembatan Nawit nan legendaris


Melewati Cibarusah kami menemukan sebuah jembatan gantung yang sangat panjang. Hmm…rasanya menantang untuk diseberangi. Anak-anak sekitar yang sedang bermain pun ramai mengerubungi kami. “Darimana pak?” teriak anak-anak silih berganti. Mereka pun tak percaya kala kami bilang kami nggenjot dari Bekasi. “Wah hebat banget…..”


Wuuiiih tinggi buanget…..


Melewati jembatan gantung

Perjalanan kami lanjutkan untuk segera mencapai jalan raya Jonggol. Jalan raya kami pilih karena waktu yang terus mengejar. Untuk mencapai Cariu tampaknya tak mungkin jika ingin melewati jalur cross country. Setelah mengikuti aliran pengairan akhirnya kami menemukan jalan raya Jonggol.

Horee…langsung dapat turunan dan kecepatan sepeda mencapai 60 kpj. Gila ini turunannya panjang banget..n gak perlu ngerem. Akhirnya sampai juga di ibukota Cariu.


Istirahat di ibukota kecamatan Cariu (Kang Adek mbaca perjalanan Koran Tempo ttg Telaga Warna)

Setelah membeli nangka seribu perak tapi dapet banyak banget, kami lanjutkan perjalanan menuju Desa Bantar Kuning. Ini adalah desa tempat saya KKN dulu. Hmm…ada perasaan gimana gitu mengingat desa ini.

Akhirnya tiba juga. Tujuan pertama sungai Cibeet di belakang desa ini. Bukan apa-apa, kami cuma ingin segera sholat. Tapi tak ada batu besar yang bisa dipakai sebagai tempat sholat di sini

Di tepi Kali Cibeet

Kemudian saya bertemu dengan pak mandor rosyid dan ibu. Pak Mandor yang dulu gagah, ternyata sudah kena stroke, tubuhnya juga kurus. Ternyata mereka masih kenal saya……inilah yang mengharukan. Dulu merekalah yang menampung kami di rumahnya. Ibu Mandor dari dulu sampai sekarang tetap tak bisa berbahasa Indonesia. Saya pun patah-patah bicara Sunda…teing……hehehe…..

Di desa ini ada sekolah Mts yang sejak dulu sampai sekarang tak berubah. Cuma 3 lokal. Jadi satu kelas harus diisi oleh dua tingkat. Kelas 1 bareng kelas 2 dan seterusnya. Sedih? Ya iyalah inilah potret pendidikan kita.

MTs Al Khaeriyah

Di sini muncul ide untuk menyambangi pusat penangkaran rusa Cariu. Akhirnya kami setoplah angkot dan meluncur ke sana. Dengan sewa 25 ribu berdua akhirnya kami tiba. Maklum dengkul dah gak kuat nggenjot lagi karena jalan ke arah sana nanjak semua.

Pintu Gerbang Penangkaran Rusa

Potret bareng rusa

Setelah susah mencari tempat sholat akhirnya diputuskan untuk sholat di tepi sungai. Semua pakaian yang basah oleh keringat akhirnya kami copot, dan ganti dengan sarung dan baju baru. Rasanya sungguh nikmat, menghadap sang Khalik dengan alunan debur sungai menyertai.

Khusuk

Bantar Kuning 10 tahun lalu

Lima mahasiswa Universitas Indonesia dengan semangat membara mengikuti KKN. Saya salah satunya. Tapi kalau saya alasannya adalah mencari udara segar setelah ditinggal kekasih hik..hik..hik…s….Skripsi mandek, ya akhirnya ikut KKN aja, buat nambah-nambahin nilai A hehehe…..

Justru di sini saya menemukan pacar baru. Mahasiswa KKN juga. Namanya Ambar dari Fakultas Psikologi UI. Hmm…hebat juga anak Sastra bisa dapat anak Psikologi. Tapi kisah kasihnya cuma sebentar, karena ternyata eh ternyata hatiku masih terbawa-bawa yang lama…….

Di desa ini saya tinggal di rumah Mandor Rosyid. Tapi kami juga banyak mendapat bantuan dari ibu Iyom. Ajang anaknya sangat membantu kami. Keluarga sederhana yang baik ini sungguh menerima kami dengan tulus. Abah dan Ibu Iyom sempat saya temui. Tapi Ajang yang sudah jadi guru SMA sedang tak di rumah.

Ternyata mereka masih ingat saya…duh senengnya……kebaikan orang desa memang selalu tulus…..

Total jarak yang ada di cyclo: 78.8 km

Top speed: 60 kpj ( Turunan curam Telkom)

Waktu : 12 jam


Bersama bapak dan ibu Iyom


9 comments on “Road to Cariu

  1. tanjakan Cariu mantab om! apalagi setelah tanjakan ada kelapa muda yg maknyuss…
    kekeke…

  2. jembatan nawit di sebelah mana ya om?
    kapan-kapan boleh ikut dong kalo mo touring.
    saya tinggal di lippo cikarang

  3. mas mau tanya, ketinggian cariu dari permukaan laut berapa ya? saya dan teman2 sedang cari tanah utk pertanian berkelanjutan. thanks ya. kalo boleh, jawaban dikirim ke ruth.eveline@gmail.com

  4. kang. kapan mau ke jonggol lagi, klo ke sana, boleh dong ikut acaranya. kebetulan saya tinggal di jonggol.makasih

  5. Hebatttttttttt & Saluuuuttt!!! Good Luck

  6. Bos!!! kayanya Oche banget kalo dari Cariu langsung ke Loji. Trus dari pasar lozi belok kiri arah Jati luhur. Treknya oche banget. Good luck

    • saya mah pernah kesana tp jalannya nauzubillah; beneran kang klu hujan palagi kagak nahan; angkat tangan dah saya mah………………

  7. Weh mantep mbanget om, juga suka bersepeda tapi belum ada waktu neh buat long road

    mungkin ntar cuti untuk ngikutin jejak om ke cariu…juga untuk bikin article article menarik.

  8. informasi terkini….rencana pemerintah untuk mengalihkan ibu k dki..skrg tdk jelas…mungkn jwa..mngkn kalmntn………..tp jalanan jkt-cbubur-cls-jgol-cariu-cnjur….skarang kreeeennn.lancaaar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.