Arsip untuk September, 2007

re uni

Saat sekolah dulu saya ingin sekali cepat-cepat keluar kelas. Keluyuran ke sana kemari sekadar untuk menghilangkan pikiran yang jenuh karena doktrin-doktrin pelajaran yang membuat oksigen di otak serasa cepat habis.

Suara bel ibarat panggilan malaikat penyelamat dari siksaan guru-guru yang terus nyerocos dengan teori-teori kimia hingga sejarah yang salah kaprah. Hingga suatu saat saya pernah diusir keluar hanya karena menginterupsi guru sejarah. “Sudah bel bu,” kata saya waktu itu.

Rupanya suara bel, celotehan guru tentang rumus-rumus atom dan fisika bisa juga membuat saya kangen. Seandainya saja ada jam waktu, mungkin saya ingin melalui kembali masa-masa sekolah dulu. Saya pun berangan-angan menjadi murid yang baik, pintar, dan tentu saja bisa punya pacar yang cantik biar kisah hidup jadi tambah romantis.

Ah, mengulang sejarah tentu tak bisa. Tapi bertemu teman-teman lama pastilah bisa. Karena itu, saat milis alumni sekolah tiba-tiba saja semarak, hati ini sungguh gembira. Wah, bisa lagi bertemu teman-teman lama yang hampir 15 tahun ini tak bersua. Bagaimana pula rupa mereka?


Arif Putra Swasana MC yang pandai menghangatkan suasana.

Lanjutkan membaca ‘re uni’

Jangan Beri Uang Pengemis!!

Atau Anda akan didenda sampai Rp 20 juta!

DPRD DKI Jakarta baru-baru ini mengetuk palu revisi Perda 11 tahun 1988 tentang ketertiban umum. Yang membuat heboh adalah, kini tak cuma para pengemis, atau pengamen yang bakal dikejar-kejar aparat tramtib melainkan juga Anda-Anda yang memberi uang pada mereka.

Jakarta memang ibarat madu yang terus dikerubungi lebah dari seluruh warga di Indonesia. Akibatnya, mereka ramai-ramai terus berjubel mendatangi ibu kota ini.

Ini kisah tentang sepenggal jalan di selatan ibu kota. Dulu waktu kecil, jalan ini amat lengang. Pagi-pagi tak pernah ada antrian kemacetan kendaraan. Angkutan umumnya tak berjubel. Kini jalan yang tak pernah bertambah lebarnya itu terus disesaki kendaraan.

Tak cuma itu, kini hampir di sepanjang jalan itu beraneka ragam pekerja informal mulai dari pengamen, peminta sumbangan, pengemis, hingga pedagang kaki lima bersesakan. Jika Anda mencoba naik bus pastilah Anda sering merasa terteror.

Teror ini tak cuma datang dari para pengamen ‘nakal’ yang menggunakan kata-kata kasar untuk menteror mental para penumpang bus. Tapi teror itu kadang juga datang dari para pencari sedekah. Mereka (maaf) bertampang amat lusuh dengan pakaian yang kotor di sana-sini menyorongkan kotak kecil sumbangan beserta doa-doa untuk penumpang. Ujung-ujungnya meminta sumbangan pembangunan mesjid di daerah yang mungkin namanya belum pernah kita dengar sama sekali.

Memberi salah tak memberi juga perasaan sering terteror. Kebetulan seorang teman dulu pernah menginvestigasi para pencari sumbangan ini. Rupanya mereka dikoordinir oleh seseorang.

Orang inilah yang meraup untung sebesar-besarnya dari kotak-kotak yang diedarkan di jalan. Bahkan para pencari sedekah di jalan hanya mendapat jatah upah yang kecil. Lalu untuk masjidnya? Paling besar hanya 7 persen dari pendapatan mereka.

Karena itu setiap ada peminta sumbangan seperti ini saya seperti sudah punya benteng untuk tidak memberikan uang kepada mereka. Memberi mereka berarti menyuburkan praktek-praktek tercela dan ikut mencemarkan agama (setidaknya ini menurut pendapat saya pribadi).

Nah kembali ke peraturan tadi, boleh jadi kita merasa kesal karena keinginan untuk bersedekah saja dilarang. Saya tentu tak ingin melarang siapapun bersedekah. Tapi bayangkan berapa uang yang beredar selama ini di jalan raya? Bisa jadi jumlahnya miliaran. Tapi tetap saja kita lihat masih banyak kaum dhuafa di jalan.

Car Free Day

Yuk ramai-ramai dukung car free day…
Dalam rangka pelaksanaan Perda No. 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara Khsususnya penerapan Pasal 27 tentang Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB), dengan ini diberitahukan :

Bahwa pada tanggal 22 September 2007 mulai pukul 06.00 WIB sd pukul 19.00 WIB sepanjang jalan Sudirman mulai Patung Pemuda sampai dengan jalan Thamrin (Patung Arjuna) tertutup bagi kendaraan pribadi dan kendaraan umum lainnya, kecuali untuk kendaraan Busway dan Kendaraan Umum dengan rute tetap.

Selama penutupan jalan Sudirman – jalan Thamrin tersebut , akan diisi dengan pengukuran kualitas udara, perlombaan-perlomba an dan bazaar/pameran yang bernuansa Lingkungan Hidup khususnya yang berkaitan dengan pengendalian dan perbaikan kualitas udara.

Pusat kegiatan/acara puncak berada di Bundaran HI dan akan dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta.

 

feng shui jodoh

“Ndhuwe kenalan cowok sing unsur banyune akeh?”


Selarik kata-kata itu nongol di YM saya. Gendhuk rupanya sedang resah. Ini adalah saat-saat rentannya untuk segera mencari sang arjuna. Sudah lama ia mencari jodoh yang hingga kini tak ditemukannya juga.

Lanjutkan membaca ‘feng shui jodoh’

Depresi, Drug n Stres

Seorang teman sedang depresi berat. Entah masalah apa yang sedang membekapnya. Saya tak pernah mendapat jawaban yang pasti. “Gue so depress,” katanya.

sumber: www.psych.ucalgary.ca

Lanjutkan membaca ‘Depresi, Drug n Stres’

Halaman Berikutnya »


Wajah

Tentang seorang yang ingin berbagi tentang apa saja

Today’s Quote

"Justice and freedom for Palestinians is the key that will open this door." Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh dalam surat terbukanya pada Presiden AS Barack Hussein Obama menanggapi pernyataan Obama bahwa dia akan memperbaiki hubungan dunia Islam.

Corong

logobg2wday YUK RAMAI-RAMAI KE B2W DAY 29 AGUSTUS 2008

 

September 2007
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930