“Ndhuwe kenalan cowok sing unsur banyune akeh?”

Selarik kata-kata itu nongol di YM saya. Gendhuk rupanya sedang resah. Ini adalah saat-saat rentannya untuk segera mencari sang arjuna. Sudah lama ia mencari jodoh yang hingga kini tak ditemukannya juga.
“Lo yang dulu itu gimana?” Saya bertanya. “Emoh, males nlateni,” Gendhuk malas menanggapi. Pria yang dulu ia elu-elukan itu rupanya sudah pupus dari hatinya. Tampaknya cowok itu tak ingin melanjutkan hubungannya ke arah yang lebih jauh.
Dia sendiri sebetulnya tak terlalu interest untuk bersegera mencari pasangan. “Tapi kae lo dulur..dulur,” katanya menunjuk saudara-saudaranya. Ya, kuping memang bisa panas, jika saudara sudah berkumpul dan seperti koor pertanyaannya satu: “Kapan kawin….gek ndhang rabi selak kiamat…..” de el el.
Apalagi menjelang lebaran nanti. Saat silaturahmi bersama keluarganya itulah saat yang paling ditakutkannya. Dia jadi sering emoh karena pertanyaannya gak mutu. Tapi sungguh jauh di lubuk hatinya, Gendhuk ingin sekali berikhtiar mencari cowok pujaan hatinya. “Tapi bagaimana jika Tuhan belum juga berkehendak?”
Saya sendiri tak bisa berbuat banyak. Selain stok teman saya yang bujang juga sudah habis, mencari cowok dengan unsur-unsur begitu bukan pekerjaan mudah. Bagaimana pula kita bisa melihat cowok penuh dengan unsur air, hayoh??

0 Tanggapan ke “feng shui jodoh”