Setiap matahari surup aku ingin selalu kembali padamu
lalu menerawang jingga yang hinggap pada kenangan-kenangan
tentang kepergianmu ke negeri hijau
kau bilang: “masih ingat saat kepergianku dulu? kau menangis lalu bergerak menahan lenganku?”
Di sana engkau menguarkan kerinduan
“Aku ingin pulang lalu memelukmu”
kini kita bersitatap
kau terdiam lama
bibirmu bisu
lidahmu kelu
aku kaku
perlahan tangan halusmu meraih jemariku
kemana lagi engkau akan pergi?

0 Tanggapan ke “Pulang”