d:
Hati ini tungkap saat rindu membelenggu
di sini aku menebak teka-teki yang tak kunjung usai terjawab
diantara belantara tebal alismu
di sela indah bulu matamu
kamu menemukan persembunyian tergelapku
saat rinai bertubi-tubi menyerang
diantara stasiun kumal penuh debu
disela riuh gesekan roda kereta yang menyayat-nyayat
d:
Hujan telah memisahkan kita
aku sudah terguyur basah
sementara di sana kau mencium bau tanah
ketika riak-riak rinai beradu debu
kau menapak menelusuri jejakku
“Kau telah menipuku”
kau berteriak
kau menggelegak
Menghadang langit kini aku tak sanggup
melihat purnama hati tertelungkup
kau adalah keinginan-keinginan zina
kau memampatkannya saat berahi bergejolak
d :
Mari rencanakan pertemuan menghias bulan
meniti tangga-tangga alam
menaiki kesombongan dan keangkuhan
lalu kita bercinta semalam suntuk
sambil mengumpat kebohongan-kebohongan
aku telah menyediakan tubuhku
aku telah merelakan jiwaku
Aku tak ingin menanti jawabanmu hingga musim barat tiba
ketika laut bergejolak saat nelayan bergerak
apakah kita akan ikut menghitung-hitung kapan bintang membolehkan kita berlayar?
atau kau menunggu bintang jatuh
agar keinginan-keinginanmu tentang dunia terpenuhi
]
d:
Berhentilah sembunyi dibalik catatan-catatan
buatlah catatan tentang kita
lalu sodorkan pada malam
biar dia merestui persetubuhan kita
Velbak, 31-10-07

0 Tanggapan ke “Rindu”