Arsip untuk November 21st, 2007

Doa bisa datang dari mana saja

Akhir pekan kemarin setelah gagal berangkat bersepeda ke Rindu Alam akhirnya saya memilih menyusuri jalan-jalan di daerah depok dan UI. Sepanjang perjalanan saya banyak melihat orang berolahraga lari di pinggir-pinggir jalan.

Kasihan juga melihat mereka yang berjalan kaki tapi tanpa trotoar yang memadai. Apalagi sesekali mereka harus mengalah pada kaki lima yang hampir memenuhi trotoar. Belum lagi mobil yang parkir seenaknya diatas trotoar. Aku melihat semua adegan itu dalam gerak lambat sesuai ayunan pedalku yang hanya aku patok 15 kpj.

Di kampung-kampung orang begitu berhasrat untuk berolahraga. Tapi pemerintah kita tampaknya masih harus bekerja keras untuk menyediakan ruang-ruang publik yang lebih luas. Karena selama ini ruang berolahraga hanya dimiliki perumahan mewah dan apartemen mewah yang maaf, warga di luar kompleks dilarang menikmatinya. Hingga akhirnya mereka terpaksa berolahraga begitu saja di jalan-jalan yang akhirnya sengaja mereka tutup.

Kayuhan sepeda akhirnya sampai juga di rumah kakak saya yang langsung menyediakan sarapan nasi goreng. Ah, nikmatnya setelah lelah  nasi goreng itu saya santap tandas.

Dalam perjalanan pulang saya ingin sekali mampir ke sebuah bengkel sepeda di kawasan Kukusan Depok. Nama bengkel sepeda itu Aliong. Di toko yang sempit itu saya bertemu dengan pesepeda lainnya.

Dia (maaf namanya saya lupa) rupanya hampir tiap hari bersepeda dari rumah ke kantornya. “Sehat dan mengurangi polusi,” katanya. Ungkapan yang tulus tentang upaya mengurangi polusi justru bukan datang dari elit politik atau pejabat pemerintah melainkan dari seorang pesepeda biasa.

Dia pun bingung melihat semua perlengkapan sepeda saya. Mulai helmet sampai lampu belakang kelap-kelip merk ‘mata kucing’. “Lengkap amat mas,” katanya. “Jaga-jaga buat di jalanan yang sudah makin krodit,” kata saya.

“Sudah punya anak?” tanyanya.

“Belum.”

“Wah kenapa?”

“Istri saya sudah dua kali keguguran,” kata saya menelan ludah.

“Oh maaf.”  Dia langsung mengajak saya duduk. Keakraban yang tak dibuat-buat.

“Istri saya juga begitu, keguguran dulu, tapi sekarang malah sudah dapat 3.” Dia tampak bahagia.

“Saya doakan semoga cepet dapat momongan, biar gak maen sepeda terus kalo akhir pekan,” katanya terbahak.

Sebuah doa yang tulus dari seorang yang baru saja saya kenal itu sungguh menyentuh. Saya lalu membayangkan, seandainya tak ada benih yang gugur dari rahim istri saya, kini sekarang tentu sedang asyik menimang-nimangnya.

Akhir pekan bisa jadi saya dikurung dan tak bisa pergi kemana-mana karena istri pasti kerepotan dengan polah si kecil.

“Sudah jangan dilamunin.” Teman tadi mengagetkan lamunan saya.

“Saya benar-benar tulus mendoakan ente.”

Siang makin menyengat, saatnya kembali pulang. Tatapan pria tadi mengiringi kayuhan pedal saya yang perlahan meninggalkan bengkel itu.

Terimakasih kawan untuk doa yang tulus itu.

Tabrak lari

Pengendara kendaraan bermotor di Jakarta kian gila. Semalam sekelebatan saya melihat seorang yang sedang menyeberang disambar motor begitu saja. Bukannya berhenti, motor yang dari kejauhan saya lihat adalah motor bebek warna biru itu langsung memacu kecepatannya ke arah Cileduk.

Hari ini  di sini,  saya membaca kejadian tabrak lari juga. Apakah kita semua di Jakarta telah menjadi manusia mutan yang karena polusi menjadi manusia tak berperikemanusiaan?

Tabrak lari seperti menjadi menu keseharian di ibukota. Jika polisi tak segera menanganinya, tentu kita akan terus melihat korban-korban selanjutnya.


Wajah

Tentang seorang yang ingin berbagi tentang apa saja

Today’s Quote

"Justice and freedom for Palestinians is the key that will open this door." Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh dalam surat terbukanya pada Presiden AS Barack Hussein Obama menanggapi pernyataan Obama bahwa dia akan memperbaiki hubungan dunia Islam.

Corong

logobg2wday YUK RAMAI-RAMAI KE B2W DAY 29 AGUSTUS 2008

 

November 2007
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930