Arsip untuk November, 2007



Tabrak lari

Pengendara kendaraan bermotor di Jakarta kian gila. Semalam sekelebatan saya melihat seorang yang sedang menyeberang disambar motor begitu saja. Bukannya berhenti, motor yang dari kejauhan saya lihat adalah motor bebek warna biru itu langsung memacu kecepatannya ke arah Cileduk.

Hari ini  di sini,  saya membaca kejadian tabrak lari juga. Apakah kita semua di Jakarta telah menjadi manusia mutan yang karena polusi menjadi manusia tak berperikemanusiaan?

Tabrak lari seperti menjadi menu keseharian di ibukota. Jika polisi tak segera menanganinya, tentu kita akan terus melihat korban-korban selanjutnya.

Matt Damon Paling Seksi

Buat kaum perempuan inilah pria terseksi menurut Majalah People: Matt Damon

sumber wikipedia

foto: Wikipedia 

Matt Damon
Pria Terseksi

Keseksian Matt Damon akhirnya ditasbihkan oleh majalah People. Aktor di film Syriana itu baru saja dinobatkan menjadi pria terseksi sepanjang hidup oleh Majalah People.

Namun Damon tampaknya tak ingin langsung tersanjung dengan penghargaan itu. Menurutnya penghargaan itu berlebihan.

“Anda memberi seorang ayah yang berumur dari pinggiran kota sebuah dorongan ego sepanjang hidupnya,” kata Damon dalam sebuah suratnya ke majalah itu.

Ayah dari Isabella, 1 tahun itu mengatakan dirinya sebetulnya tak layak mendapat penghargaan itu. “Ini adalah jubah yang tak saya maksudkan untuk dipakai,” katanya.

Beberapa pria sebelumnya juga mendapat julukan ini. Diantaranya adalah Mel Gibson pada 1985, George Clooney (1997 dan 2006), Denzel Washington (1996) dan Johnny Depp (2003).
Disarikan dari People.

Road to UNFCC Bali


Ada perhelatan besar yang bakal dilangsungkan Indonesia di Bali. Perhelatan bertajuk United Nations Frame work Convention on Climate Change alias konferensi PBB dalam kerangka perubahan iklim itu bakal digelar mulai 3 Desember mendatang.

Lalu apa saja sebenarnya yang ada dalam konferensi ini? Sebelum jauh ke sana saya ingin sedikit berbagi mengenai latar belakang adanya UNFCCC ini.

Konferensi ini adalah sebuah upaya untuk merespon perubahan iklim yang berhubungan dengan pembangunan.

Lanjutkan membaca ‘Road to UNFCC Bali’

Do not use your cell phone while driving!!!

 

Pagi ini di perempatan jalan Abdul Madjid saya hampir saja menabrak sebuah kendaraan pribadi. Pasalnya, saat lampu dari arah saya sudah menyala hijau, kendaraan itu masih tetap saja melaju.

Setelah moncong motor saya berhadapan dengan moncong mobilnya barulah ia berhenti. Saya sengaja membiarkan moncong motor saya hanya tinggal berjarak beberapa centi saja dari mobilnya. Pengendara nakal seperti itu memang sekali-kali perlu diberi pelajaran.

Ternyata setelah saya pelototin, sang pengendara yang ternyata perempuan, sedang asyik mengobrol lewat telepon genggamnya. Dia baru cengangas cengenges setelah melihat lampu lalu lintas dari arahnya menyala merah.

Perilaku menjawab telepon genggam saat berkendara sering sekali kita lihat di jalan. Tak cuma pengendara mobil, bahkan pengendara motorpun sekarang sok aksi menjawab telepon sambil tetap memegang kendali motornya walau hanya dengan tangan satu. Yang lebih lucu, telepon genggamnya sengaja di tempel di antara helm dan kepalanya. Tentu ini tindakan bodoh. Tapi di ibu kota rupanya makin banyak saja orang bodoh…….

busway on the wrong way?

Sebuah pagi yang macet membuat pikiran saya pagi-pagi sudah mampet. Tapi pagi itu saya empet benar melihat mobil pribadi dan motor yang seliweran seenaknya di jalur busway.

Saya yang pagi itu ikut berkendara di tengah arus kemacetan sungguh sebal dengan para pengendara kendaraan pribadi yang tak mau ikut mengantri sehingga menerobos masuk jalur busway. Masih ingat waktu dulu kita ramai-ramai meneriaki wapres Hamzah Haz yang masuk jalur busway?

Apakah busway kini tengah memasuki fase yang salah dari keinginan yang pertama kali dicetuskan dulu? Bus transjakarta seharusnya melaju tanpa hambatan kendaraan lain di jalur khusus yang telah disediakan. Kenyamanan ini adalah umpan paling empuk buat para pengendara kendaraan bermotor pindah ke moda transportasi publik yang mencontoh Bogota itu.

Saya membayangkan jika jalur khusus itu seenaknya diterobos dan tak ada sanksi apapun, maka para pengendara kendaraan pribadi akan dengan enaknya mengatakan, “Ngapain ke busway la wong kita bisa masuk jalur bebas hambatan itu kok!”

Kalau sudah begitu, tentu tak ada lagi yang istimewa dari busway. Dia akan menjadi seperti bus-bus lain yang tak memiliki keisitimewaan apapun. Dengan begitu upaya pemerintah mengurangi pengendara kendaraan pribadi di Jakarta kembali ke titik nadir.

Opini yang mengarahkan pembangunan jalur busway membuat kemacetan semakin menjadi-jadi haruslah ditentang. Apalagi mereka yang berteriak adalah para pengguna kendaraan pribadi yang jelas-jelas memakan ruang terbanyak dari jalanan ibu kota yang semakin sempit.

Perbaikan sistem transportasi membutuhkan sedikit pengorbanan dari warga ibukota. Ibarat peribahasa, berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Kalau para pengendara kendaraan pribadi yang selama ini egois tak mau berkorban, lalu siapa lagi yang kita harapkan berkorban?

Mengingat kondisi jalan yang sudah sangat stagnan dengan kemacetan, pemerintah sebaiknya segera memikirkan langkah-langkah pengendalian perjalanan kendaraan pribadi di jalan-jalan ibukota. Caranya sangat mudah, beri pajak setinggi-tingginya bagi pengguna kendaraan pribadi terutama yang berkelas mewah, larang kendaraan pribadi menggunakan premium yang selama ini disubsidi pemerintah, batasi kendaraan dengan cara biaya parkir setinggi-tingginya, dan kendaraan pribadi yang masuk ruas tertentu harus membayar sejumlah biaya (electronic road pricing).

Negeri yang sudah runyam seperti ini memang membutuhkan sedikit sentuhan tangan besi, agar warga bisa tunduk dan patuh pada aturan pemerintah. Tentu saja syaratnya, aparat tak bisa lagi main-main dengan peraturan.

Saya tak ingin Jakarta macet total pada 2014. Bayangkan berapa energi yang terbuang percuma selama kemacetan terjadi. Berapa emisi yang terbuang sehingga pemanasan global terus merongrong kita?! Saatnya sekarang kita bertindak, saatnya sekarang kita berbuat……

« Halaman Sebelumnya


Wajah

Tentang seorang yang ingin berbagi tentang apa saja

Today’s Quote

"Justice and freedom for Palestinians is the key that will open this door." Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh dalam surat terbukanya pada Presiden AS Barack Hussein Obama menanggapi pernyataan Obama bahwa dia akan memperbaiki hubungan dunia Islam.

Corong

logobg2wday YUK RAMAI-RAMAI KE B2W DAY 29 AGUSTUS 2008

 

November 2007
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930