Kembalinya Cinta

Bulan baru saja lindap. Tapi wajahnya memancarkan purnama. Tubuhnya yang berbalut busana bersiluet melambai-lambai. Dia mendekatkan wajahnya padaku. Aroma parfum oriental yang tersapu angin membangkitkan kenangan-kenangan.

“Apakah kita akan melumat malam ini bersama?”

Perempuan dengan wajah penuh gejolak itu mengajak aku mengenang kembali mimpi-mimpi yang pernah kami bangun bersama.

“Kenapa kau terdiam?” Dia terus mendekatkan tubuhnya padaku. Perlahan beberapa helai rambutnya jatuh di pundakku. Rambut warna mahogany dengan volume yang dibiarkan mengembang di bagian bawah itu merangsek wajahku.

“Sekian lama kau meninggalkanku tanpa kabar,” suaraku tersendat.

“Bukankah itu keinginanmu?” Dia balik bertanya.

“Aku terbang ke sebuah negeri impian. Tentang bintang yang aku lihat rendah. Tentang malam yang aku lihat sepi. Tentang lelaki yang membuat aku jatuh hati.”


“Tak inginkah kau mendengar tentang negeri itu?” Tubuhnya yang tetap mungil digoyang-goyangkan.

Tanpa aku perintah dia bercerita tentang negeri impiannya itu. Sebuah negeri yang sepi. Penduduknya bahkan tak mencapai satu juta jiwa. Keruwetan tak ada di sana. Yang ada hanyalah kedamaian.

Angin berkecepatan tinggi selalu datang ke negeri itu. Karena itu ia selalu mengenakan sweater hangat marun yang pernah kuberikan padanya beberapa tahun silam.

“Sweater itu tak hanya menyelamatkan tubuhku. Tapi juga hatiku.”

Pada suatu pagi, katanya, dia terhenyak bangun. Dia bermimpi tentang aku yang duduk tepekur di teras rumahnya. Saat itu salju turun lebat. Tubuhku, ucapnya, seperti ranting yang sebentar lagi roboh diterpa angin.

“Aku sadar aku telah membuatmu menunggu begitu lama.” Senyumnya mengembang.

“Tak ada yang lebih aku ingini selain kembali ke sini dan melihat wajahmu. Padahal aku telah jatuh cinta pada negeri itu. Di sana tak ada kemacetan, tak ada polusi. Aku bebas bersepeda tanpa takut tertabrak. Aku mengendarai sepeda seperti yang sering kau lakukan di tengah kemacetan Jakarta ini.”

Kami berdua rebah pada rumput yang malam itu terlihat begitu hijau diterangi sinar merkuri.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

 

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada*

Tatapan mata rembulannya jatuh tepat di jantungku.

“Bukankah kau sudah membuat aku terlelah di sini menunggumu?” Aku menatap wajahnya yang tirus.

Dia hanya tersenyum. “Kau adalah raguku.”

Aku terhenyak. “Mengapa kau ragu? Aku bahkan mengejarmu hingga ke negeri mimpimu. Di sini aku bahkan terus mengepakkan sayap kataku untuk terus mengenangmu. Aku tak lelah meski kau seperti lebah yang terus bergerak mencari putik-putik bunga kebahagiaan.”

“Kau selalu membuatku ragu untuk lama-lama tinggal di negeri itu.” Suaranya tertahan di dada.

“Bahkan ketika aku harus bertemu seorang pria yang cinta mati padaku.” Dia meneruskan bab-bab yang mengisahkan tentang kisah kasihnya pada lelaki itu.

“Pria itu memang telah membuatku berpaling. Dia adalah orang yang selalu ingin kuikuti kemanapun langkah kakinya. Pria itu harapan atas kekosongan hidup yang selama ini kuhadapi. Aku bahkan telah tinggal bersamanya. Aku menemukan kebahagiaan di sana.”

“Oh ya pria itu bernama Daniel. Dia pernah tinggal di Jakarta. Kami berdua tak berkomitmen apapun kecuali hidup bersama. Kami juga tak berkomitmen memiliki anak. Aku ingin anakku kelak berayah kamu.”

Dia mengatakan semua itu seperti tanpa beban. Aku mulai gelisah mendengarkan kisahnya. Hatiku seperti teriris beribu sembilu. Aku menengadah. Pada bintang yang berhadapan aku tak berkedip. Pikiranku menerawang jauh.

“Mas…..” suara panggilan khasnya padaku terdengar manja. “Aku ingin malam ini kita berdua saja. Aku ingin menikmatinya bersama kamu. Aku ingin melihat pesona meteor geminid yang menghujani bumi pada Desember ini hanya denganmu. “

Tangannya memeluk erat tubuhku. Seperti nelayan yang tak ingin berpisah pada lautan. Ah, aku telah merindukannya sejak lama.

Tuhan kirimkanlah aku kekasih yang baik hati Yang mencintai aku apa adanya……..**

Lagu itu menandakan pesan singkat telah mampir di N 70 milikku.

“Ayah ada dimana? Aya badannya tiba-tiba panas. Segera pulang ya.”

 

Velbak, Desember 07

 

* Puisi Aku Ingin karya Sapardi Djoko Damono

** Lagu Munajat Cinta by The Rock

0 Tanggapan ke “Kembalinya Cinta”



  1. Belum Ada Tanggapan

Tinggalkan Balasan




Wajah

Tentang seorang yang ingin berbagi tentang apa saja

Today’s Quote

"Justice and freedom for Palestinians is the key that will open this door." Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh dalam surat terbukanya pada Presiden AS Barack Hussein Obama menanggapi pernyataan Obama bahwa dia akan memperbaiki hubungan dunia Islam.

Corong

logobg2wday YUK RAMAI-RAMAI KE B2W DAY 29 AGUSTUS 2008

 

Desember 2007
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31