Arsip untuk Januari 17th, 2008

Walahar, in Search of Pepes Jambal

Sepertinya untuk urusan sepeda tak pernah ada kata kapok. Setelah melakukan perjalanan gila ke curug cigentis tahun lalu, awal tahun ini sebuah perjalanan yang tak kalah edan kembali saya lakukan bersama duet saya Kang Adek ditambah Mas Tulus yang sudah malang melintang di bersepeda di seputaran danau cibeureum dan Nawit.

Kali ini kami menempuh misi mendatangi bendung Walahar di Karawang Timur. Kemolekan bendung yang dibangun Belanda ini memang menggoda. Tapi yang lebih menggoda adalah pepes jambal walahar pak haji Dirja yang terletak tepat di sebelah bendung itu.

Perjalanan dimulai saat matahari sudah mulai tinggi. Melewati kawasan Danau Cibeureum yang masih dipenuhi ilalang, jalan masih terasa nikmat. Danau yang seharusnya milik publik itu kabarnya sebentar lagi tak akan bisa dimasuki sembarang orang. “Danau ini nanti seperti Ancol di Jakarta,” kata Mas Tulus.

Kapitalisme selalu saja mengalahkan apa-apa yang menjadi milik publik. Danau yang sejatinya adalah daerah konservasi resapan air sekaligus tempat wisata rakyat, mungkin sebentar lagi akan berubah menjadi sebuah kawasan wah yang berada di perumahan mewah di sana.

Berjalan mengelilingi danau, jalanan yang kami tempuh sudah mulai mengencangkan otot-otot kaki kami. Apalagi ternyata ada sebuah jalan yang terputus aliran sungai kecil. Terpaksalah sedikit menggotong-gotong sepeda di sini.

Mas Tulus nggotong sepeda

Perjalanan dari danau kemudian dilanjutkan menuju desa Telajung. Kami memang menempuh jalur pedesaan untuk mencapai Karawang. Risikonya jelas, jalan ini amat melambung dan jauh. Tapi tak apalah, bukankah setiap keputusan selau mengandung risiko yang harus dihadapi?

Musim hujan yang kering benar-benar memeras keringat kami. Beruntung bulan ini adalah musim rambutan. Hmm….jalan kampung yang kami lewati dipenuhi rambutan merah bergelayutan mengundang selera. Sebuah rambutan saya ambil dari pohon dan rasanya manis segar langsung menggerojoki tenggorokan. “Jangan ambil yang dipohon, ntar udah dijampi-jampi,” kang Adek memperingatkan.

Akhirnya kami mengambil buah-buah yang sudah jatuh ke tanah. Kalau buah yang jatuh, hitungannya memang bukan mengambil milik orang……Tapi tak berapa jauh dari sana ternyata ada keluarga yang memanen rambutan. Kamipun menghentikan kayuhan.

Tak dinyana, mereka langsung memetikkan kami beberapa tangkai rambutan. “Sok atuh dicoba…” ujar seorang bapak yang mengambilkan setangkai rambutan ranum pada kami.

Sambil mencicipi rambutan, kami sedikit bercengkrama dengan keluarga yang tampaknya sumringah karena panen rambutan itu. Tentu kami tak ingin semua gratis. Alhasil kami membeli tiga tangkai rambutan seharga Rp 6.000 plus rambutan gratis tadi.

Lanjutkan membaca ‘Walahar, in Search of Pepes Jambal’


Wajah

Tentang seorang yang ingin berbagi tentang apa saja

Today’s Quote

"Justice and freedom for Palestinians is the key that will open this door." Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh dalam surat terbukanya pada Presiden AS Barack Hussein Obama menanggapi pernyataan Obama bahwa dia akan memperbaiki hubungan dunia Islam.

Corong

logobg2wday YUK RAMAI-RAMAI KE B2W DAY 29 AGUSTUS 2008

 

Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031