Kutinggalkan hubungan kita sampai disini. Selanjutnya kau adalah kenangan-kenangan. Buruk atau tidak, biarkan aku yang menyimpannya. Selanjutnya aku ingin beterbangan jauh. Bermigrasi mencari tempat yang lebih teduh. Agar kelak ketika aku kembali kau tak lagi menjadi kenangan.
Jangan kau tanya aku pergi dengan siapa. Itu semata menjadi urusanku. Kau hanya boleh tau, bahwa aku bahagia. Aku mencari angin untuk mendapatkan tenaga baru dalam hidup ini. Aku ingin menggapai hasratku yang selama ini terpendam karenamu.
Stop. Jangan teruskan tangisanmu. Sudah terlambat untuk memperbaiki kekeliruan-kekeliruanmu. Kini biarkan aku sendiri. Aku ingin kelak kau tahu bahwa aku menggunakan logika untuk langkahku ini.
Serahkan saja secuil kenangan tentangmu padaku. Lalu aku akan membawanya. Jangan berharap aku akan mengingatmu. Berharaplah kau akan selalu mengetahui kabarku. Nanti, aku akan meminta gemintang memberi kabarku. Berdirilah di atas atap rumahmu. engadahlah ke langit, kau akan melihat perjalananku lewat malam.
***
Jika mengingat kepergianku yang begitu kejam padamu, kini aku menyesal. Aku kini tak tahu apakah logikaku masih berjalan baik. Karena aku tak lagi mengenal diriku sendiri. Aku telah menjadi orang lain. Kini aku bukan aku.
Apakah kau masih di sana? Menatap bintang gemintang? Jika masih di sana, aku ingin kabarkan bahwa kini aku bukan lagi makhluk sempurna seperti dugaanku selama ini. Aku telah meminta para dewa untuk segera mengembalikan aku pada aku.
Oh ya bagaimana kabarmu, kenanganku? Tampaknya engkau selalu bahagia dalam hidupmu. Dengan seorang istri cantik yang selalu memanjakanmu, apakah kau sudah menikmati surganya hidup? Aku tak ingin menafikkan kerinduanku yang dalam padamu. Tapi apakah engkau masih menerima rindu?
Musim semi nanti aku ingin kembali. Aku tak mengharapkanmu menjemputku. Aku hanya ingin bercerita bahwa musim semi nanti adalah saat terakhirku berpetualang dengan logikaku. Aku ingin kembali menjadi manusia biasa yang kadang bahagia kadang menemui derita.
Aku ingin menemukan aku. Dengan sedikit bantuanmu, aku berharap aku berhasil.
NB: Jangan pernah berhenti mencari kabarku
(Sebuah surat imajiner yang selalu kunanti)

Komentar Terakhir