Ada yang berulang tahun pada tanggal ini. Seorang perempuan lincah yang selalu mencari jati diri. Perempuan dengan kelabilan hati seperti kaca yang mudah retak.
Seorang temannya berteriak-teriak. “Kesian deh loe, ucapan selamat gw gak berbalas,” katanya lewat pesan pendek. Belakangan, perempuan mungil itu sedang dirundung masalah. “Karena itu gw sering kasih nasehat, tapi mungkin dia gak senang ma nasehat gw,” ucap teman itu lagi.
Ah, dia adalah perempuan yang tak ingin didesak. Hatinya teguh ibarat benteng Vredeburg yang enggan runtuh. Perempuan cerdas dengan berbagai talenta. Waktu kuliah IP nya tak pernah dibawah 3.
Dia sempat cemas kala IP nya sedikit turun dan karenanya terancam gagal pergi ke negeri impiannya. Tapi aku kala itu sempat bertaruh, bahwa IP nya akan kembali tinggi dan ia berhasil meraih beasiswa itu.
Taruhanku jitu. IPnya menembus angka sempurna 4. Diapun melenggang ke luar negeri. Perempuan dengan mata bulan itu akhirnya tinggal di negeri impiannya itu. Sebuah negeri dongeng dengan langit yang biru dan gemawan yang menggantung bak kapas bergumpal-gumpal.
Sebelas Maret empat belas tahun silam aku pernah memberikannya kasih yang luar biasa dalam. Perempuan dengan ketajaman pikiran yang luar biasa itu tak menghiraukannya. Dia sibuk dengan mimpi-mimpinya kala itu.
“Nama loe dah sama sekali gak pernah disebut.” Kenangan memang sesekali harus dilupakan.
Selamat ulang tahun Res!

kayaknya ini cerita berdasarkan pengalaman pribadi ya..? menarik, kisah seorang pria yang mencintai seorang gadis tapi tidak berbalas,seperti waktu sma dan kuliah dulu..hehehehe…itulah romantika kehidupan, yang penting sekarang sudah punya tambatan hati…Jadikan kisah romansa masa lalu sebagai salah satu kenangan yang layak untuk dikenang…