Arsip untuk April 24th, 2008

Maura

Sebaris kalimat di messenger itu datang tepat saat Maura hendak menutup komputernya. “Amarilys Cafe, after hours, could you?” Jam menunjuk pukul 16.30, semua pekerjaan kantor hari ini sudah diselesaikannya. Sebelum pulang, seperti biasa, Maura melakukan ritual rutin membersihkan meja kerjanya.

Sebuah akuarium mini berisi ikan guppy, setumpuk kertas kerja dan sebuah cangkir bergambar Gouffy, tokoh kesayangannya, disusunnya rapi. Sekujur meja itu memang tampak asri. Sebagai seorang yang bekerja di bidang administrasi, Maura harus pandai-pandai membenahi meja kerjanya agar dokumen tak hilang atau nyelip.

Matanya masih menatap tajam sebaris kalimat di komputernya. Mas Lintang, pria yang mengirim pesan itu sepertinya menunggu dengan berdebar jawaban Maura. Tangan perempuan berwajah tirus dengan bibir ala Sharon Stone itu seperti tersirap untuk menjawab ajakan itu.

“Tunggu aku.”

Jakarta yang macet sehabis hujan membuat Ma sedikit jengkel. Amarilys memang cukup jauh dari kantornya. Sopir taksi yang ditumpanginya pun sering misuh-misuh melihat motor yang asoy geboy ngebut di jalanan.

“Seenaknya aja ngebut, emang jalanan milik nenek moyang loe,” begitu sekali-kali sang sopir menggerutu. Maura di belakang tak hirau, pikirannya bercabang-cabang.

Matanya menerawang pada Bram, suaminya. Ah, pria yang dinikahinya tiga tahun lalu itu tentu sore begini tengah sibuk dikejar deadline. Sebagai redaktur, suaminya punya tanggung jawab menjaga halaman koran agar tak ada yang lolos. Dia harus pasrah tak pernah bisa pulang bareng, seperti layaknya suami istri lain yang sering pulang atau pergi kerja bersama-sama.

“Bu, sudah sampai,” suara supir taksi itu mengejutkan lamunan Maura. Selembar lima puluhan ribu ia keluarkan. Dia langsung ngeloyor keluar meninggalkan sopir taksi yang terbengong-bengong karena mendapatkan sisa rejeki nomplok. “Ambil saja kembalinya,” ujar Maura setengah berteriak.

*** Lanjutkan membaca ‘Maura’


Wajah

Tentang seorang yang ingin berbagi tentang apa saja

Today’s Quote

"Justice and freedom for Palestinians is the key that will open this door." Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh dalam surat terbukanya pada Presiden AS Barack Hussein Obama menanggapi pernyataan Obama bahwa dia akan memperbaiki hubungan dunia Islam.

Corong

logobg2wday YUK RAMAI-RAMAI KE B2W DAY 29 AGUSTUS 2008

 

April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930