Rusia sebetulnya tak pernah ada dalam percakapan kami sejak Piala Euro 2008 digelar. Menurut kami, Rusia tak lebih dari sebuah tim kecil yang ingin mencicipi rasanya Piala Dunia mini itu.
Sampai babak perempat final, spekulasi kami itu ternyata salah. Rusia tampil bak beruang merah yang tengah mengamuk dan pasti ditakuti semua tim. Tengok saja permainan Belanda yang sejak awal menjadi favorit saya, terlihat gugup menghadapi pasukan muda asuhan pakde Guus Hiddink itu.
Beberapa kali pemain Belanda harus terbengong-bengong melihat gerakan Andrei Arshavin yang mempesona di lapangan. Pasukan depan Belanda yang terkenal digdaya itu tak mampu menembus pertahanan pasukan Rusia yang dibuat sedimikian rapat.
Peran pakde (saya menyebutnya seperti ini tiap ngobrol dengan teman saya) Hiddink tak bisa dilepaskan dari meroketnya tim kuda hitam ini. Hiddink memang seorang arsitek sepak bola yang handal. Di tangannya pasukan yang tadinya diremehkan diracik menjadi tim yang menakutkan lawan.

Komentar Terakhir