Arsip untuk September, 2008

Ealah Susu Cina

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Susu bermelamin dari Cina ternyata juga sudah masuk jauh ke dalam pasar kita. Kalau daging sudah busuk terus didaur ulang dikonsumsi di sini, susu bermelamin ada juga dari Cina. Sepertinya tak ada lagi makanan yang aman:

tahu berformalin

ayam gelonggongan atau ayam tiren

telur dipalsukan (telur ayam negeri dibilang ayam kampung, telur asin juga dibuat dari ayam negeri)

minuman dengan zat pewarna pakaian

dan lain-lain…..

Kegundahan Iwan Fals

Saat melihat iklan sebuah merek motor dengan bintang iklannya Iwan Fals saya sempat terkejut. Idola saya itu kini sudah berubah, dia tak lagi gondrong dengan kumis yang sangar. Di iklan itu, Iwan Fals tampak jauh lebih muda dari usianya.

Iklan motor itu jelas membuat banyak orang bertanya-tanya. Apakah Iwan sudah tak seidealis dulu lagi??

Jawaban itu rupanya harus saya buang jauh-jauh. Pekan lalu saya dan kawan-kawan di Koran Tempo berkesempatan mewawancarai pria bernama asli Virgiawan Listantyo itu di rumahnya yang asri dan jembar di kawasan Leuwinanggung, Depok. Wawancara lengkapnya bisa dilihat di Koran Tempo edisi Minggu (28/9).

Lanjutkan membaca ‘Kegundahan Iwan Fals’

Jilbab Demi Tugas

Tak seperti bulan-bulan sebelumnya, memasuki Ramadan ini Sylvia Monika Wyszomirska menanggalkan baret biru pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa dan menggantinya dengan jilbab dengan warna yang sama. Wyszomirska bukan seorang Muslim, dia seorang Katolik dari Polandia.

Mengenakan jilbab di bulan suci umat Islam ini merupakan ikhtiarnya agar bisa berinteraksi lebih dekat dengan warga di sekitar markas pasukan perdamaian di wilayah Lebanon Selatan.

“Dengan segala hormat pada lingkungan saya bekerja, saya merasa perlu untuk mengintegrasikan diri saya selama Ramadan,” kata Wyszomirska, 37 tahun, yang telah ditempatkan di negara itu selama empat bulan. Perempuan yang berasal dari Krakow itu bekerja sebagai penerjemah bagi 200 anggota kontingen Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon ( UNFIL) dari Polandia.

Penugasannya ke Lebanon Selatan bukanlah yang pertama di wilayah berbasis tradisi Islam. Sebelumnya ia juga pernah diterjunkan ke Kuwait dan Irak serta bekerja di Suriah berkat kefasihannya berbahasa Arab.
Lanjutkan membaca ‘Jilbab Demi Tugas’

Sedekah Maut


Lagi-lagi kita dihadapkan pada sebuah tragedi. Sebanyak 21 orang tewas terinjak-injak ketika mengantri sedekah di rumah Haji Syaikhon, seorang dermawan asal Pasuruan Jawa Timur.

Wajah-wajah penuh harap itu berhimpitan, berdesakan, dan saling dorong, demi mendapat uang Rp 30 ribu. Akibatnya memang fatal, korban tewas yang kebanyakan ibu-ibu itu meregang nyawa ketika hendak meraih uang yang mungkin menurut ukuran orang kota, tak cukup untuk sekadar ongkos taksi itu.

Kemiskinan membuat mereka rela mengantri begitu lama mungkin dengan perut yang juga menahan lapar karena puasa. Adegan maut itu seolah mencuri perhatian kita dari gegap gempitanya acara-acara mewah dan konsumtif yang dikemas sedemikian rupa di televisi demi menyambut puasa.

Lanjutkan membaca ‘Sedekah Maut’

Perempuan bermata malam

Wajah yang diiris gerimis menjauh dari kenangan-kenangan. Tubuhnya yang tertusuk salju musim dingin bersandar pada tiang tepat di sisi kanal yang menghembuskan kerinduan.

Perempuan bermata malam kemudian berjalan perlahan. Di sisinya impian berkelindan dengan kabut yang lembut menerobos lorong waktu yang panjang. Langit yang biru lebam mengantar sore pada sepinya jembatan yang biasa kau lalui dengan secuil syair:

I suddenly dare to say
I want you;
if you suddenly don’t want to any more
I have to accept it,
like when morning or evening don’t want to any more.*

Pagi yang senyap melenyapkan harapan engkau bertemu lagi dengan matahari yang enggan muncul dalam kepasrahan. Satu per satu langkah dihitung, seiring salju yang sayup-sayup jatuh. “Masihkah harapan itu menyebar diantara pagi dan malam?”

Perempuan dari Gouda itu menutup langkahnya tepat di ujung jembatan kanal yang membeku. Kakinya menyilang tangannya bersedekap. Di ujung hidung hembusan asap musim dingin mengebul-ngebul. Dia berdiri agak lama menatap langit yang tak kunjung cerah. Dia ingin melihat sekilas saja wajah yang pernah menyelinap dalam hatinya: Pria penuh keluguan.

Pria yang pernah berlabuh dalam dermaga cintanya. Cinta yang penuh teka-teki. Menurun mendatar dengan segudang pertanyaan dan hanya berbekal petunjuk-petunjuk hampa. Tapi pria itu buatnya adalah sebuah pelabuhan yang tentram. Pelabuhan tempatnya bersandar pada kegelisahan, tempatnya bercerita tentang kegalauan.

Jejak pria itu masih ditelusurinya. Kadang ia mengelak ketika melihat jejak yang mengarah pada malam yang membuat mereka akhirnya berpisah. Sebuah malam yang runtuh karena keinginan tak selalu sejalan dengan perasaan.

Perempuan bermata temaram terus melanjutkan pencarian. Seribu langkah lebih. Sejuta bahkan lebih…….

 
*    Nachoem M. Wijnberg

Halaman Berikutnya »


Wajah

Tentang seorang yang ingin berbagi tentang apa saja

Today’s Quote

"Justice and freedom for Palestinians is the key that will open this door." Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh dalam surat terbukanya pada Presiden AS Barack Hussein Obama menanggapi pernyataan Obama bahwa dia akan memperbaiki hubungan dunia Islam.

Corong

logobg2wday YUK RAMAI-RAMAI KE B2W DAY 29 AGUSTUS 2008

 

September 2008
S S R K J S M
« Agu   Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930