dari balik reranting kita melihat bulatnya rembulan
lalu kau berkata: “kapan kita bercinta di bawahnya?”
aku menjawab hening
sepotong roti belum lagi aku habiskan ketika kepalamu mendekatku
“kenapa tidak malam ini saja?”
bibirku senyap
aku memandangi tiap inci wajahmu
menjelajahi tiap lekuknya
aku memintamu berhenti bicara
biar aku habiskan sepotong roti ini
lalu kita bercinta di bawah purnama
tapi kau cepat menjawab:
“kelak seperti apa anak yang kau inginkan?”
aku kembali senyap
aku memandangi lagi wajahmu
menjelajahi setiap detilnya
“aku ingin dia seperti kamu yang diramu menjadi kita”

Komentar Terakhir