<!– @page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>
Aku merindukanmu pulang
dengan tubuh yang bersih dari kelindan malam
seperti tiga purnama lalu
ketika suaramu penuh cinta
ketika matamu menatap mesra
aku merindukanmu pulang
di ujung malam yang padam
dengan hati sejumput luka
luka yang tak bisa terlupa
biarkan saja luka itu tersiram hujan
agar perihnya juga kau rasa
lalu kau membebatnya dengan rindu sejuta
aih, mengapa kau tak pulang-pulang
kota telah tutup hanya gemerlap yang buka
jalan-jalan telah meredup
hanya berkeliaran orang-orang yang berakrab malam
aku merindukanmu pulang
meski kau tak membawa harum
mungkin telah direbut
segerombolan debu yang laknat
aku memeluk kelam
menunggu kamu pulang
dengan tubuh bebas dari kelindan malam

Komentar Terakhir