Prosa
ketika
Kenapa kau datang saat rindu belum kubasuh ketika musim belum lagi berganti dan laut masih saja bergejolak air matamu tetes ketika rangkaian cerita itu kuputar ulang tetes itu jatuh di belukarnya rindu “Apakah kau ingin mengulang cerita ketika kau hujamkan sembilu diantara paru dan jantungku?” Matamu bulan yang redup menatap aku dan cakrawala yang tak [...]
Telik sandi
Mbak yu Ipe yang baru bekerja di kedutaan Mandraka tengah malam menelepon saya. “Aduh kepriye iki, mau ono telik sandi sing nakoki awakku?” Mbak yu Ipe sesenggukan. Maklum, mana pernah dalam sejarah hidupnya mbak yu ini berurusan ama intel, kecuali intel yang satu itu: indomie telur. “Tenang aja mbak yu, sekarang agen itu dimana?” aku [...]
Kembalinya Cinta
Bulan baru saja lindap. Tapi wajahnya memancarkan purnama. Tubuhnya yang berbalut busana bersiluet melambai-lambai. Dia mendekatkan wajahnya padaku. Aroma parfum oriental yang tersapu angin membangkitkan kenangan-kenangan. “Apakah kita akan melumat malam ini bersama?” Perempuan dengan wajah penuh gejolak itu mengajak aku mengenang kembali mimpi-mimpi yang pernah kami bangun bersama. “Kenapa kau terdiam?” Dia terus mendekatkan [...]
Rindu
d: Hati ini tungkap saat rindu membelenggu di sini aku menebak teka-teki yang tak kunjung usai terjawab diantara belantara tebal alismu di sela indah bulu matamu kamu menemukan persembunyian tergelapku saat rinai bertubi-tubi menyerang diantara stasiun kumal penuh debu disela riuh gesekan roda kereta yang menyayat-nyayat