<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>kembara hati &#187; Tentang Sepeda</title>
	<atom:link href="http://brandallokajaya.wordpress.com/category/tentang-sepeda/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://brandallokajaya.wordpress.com</link>
	<description>curahan hati seorang pengembara hati</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Nov 2009 12:17:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='brandallokajaya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/2697fb4407b286cb17d5bbd0c911f265?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>kembara hati &#187; Tentang Sepeda</title>
		<link>http://brandallokajaya.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://brandallokajaya.wordpress.com/osd.xml" title="kembara hati" />
		<item>
		<title>Pantai Pakis Jaya, Kusentuh Bibirmu&#8230;..</title>
		<link>http://brandallokajaya.wordpress.com/2008/08/19/pantai-pakis-jaya-kusentuh-bibirmu/</link>
		<comments>http://brandallokajaya.wordpress.com/2008/08/19/pantai-pakis-jaya-kusentuh-bibirmu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 04:47:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brandallokajaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Sepeda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brandallokajaya.wordpress.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[ 

Perempuan muda itu duduk gelisah. Berkali-kali ia mengangkat teleponnya. &#8220;Masih di Cilincing, kapalnya belum berangkat juga.&#8221; Dari suaranya yang masih pecah, perempuan itu aku taksir tak lebih dari usia 17 tahunan.
Sudah hampir dua jam ia duduk di kapal klotok yang akan membawanya ke kampung halamannya di daerah Gaga di Muara Gembong Bekasi. Kapal tak sedikitpun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brandallokajaya.wordpress.com&blog=562738&post=133&subd=brandallokajaya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p> </p>
<p><img class="alignleft" src="http://inlinethumb58.webshots.com/40377/2795326320103388450S425x425Q85.jpg" alt="" width="425" height="318" /></p>
<p>Perempuan muda itu duduk gelisah. Berkali-kali ia mengangkat teleponnya. &#8220;Masih di Cilincing, kapalnya belum berangkat juga.&#8221; Dari suaranya yang masih pecah, perempuan itu aku taksir tak lebih dari usia 17 tahunan.</p>
<p>Sudah hampir dua jam ia duduk di kapal klotok yang akan membawanya ke kampung halamannya di daerah Gaga di Muara Gembong Bekasi. Kapal tak sedikitpun beranjak dari dermaga itu. Matanya memandang sekeliling. Hampir semua penumpang gelisah menanti keberangkatan.</p>
<p>Aku termasuk diantara penumpang yang gelisah itu. Dan tatapan matanya menumbuk diriku. Mungkin ia tersenyum geli, sejak awal masuk ke kapal itu aku dan tiga orang temanku memang mirip makhluk aneh di tengah warga yang hendak mudik ke kampung halamannya itu. Maklum, hari itu kami memang berpakaian bak pembalap sepeda lengkap dengan helm dan kacamata.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://inlinethumb36.webshots.com/30179/2517630510103388450S200x200Q85.jpg" alt="" width="200" height="149" /></p>
<p>Tanggal 16 Agustus, tepat sehari sebelum hari ulang tahun kemerdekaan ke 63 tahun, kami akan berpetualang ke Pantai Pakis Jaya di Karawang. Tujuan yang amat jauh. Tapi advertensi dari kang Adek selalu menarik perhatian saya. Kalau dipikir-pikir kawan yang satu itu memang tak cocok bekerja sebagai pustakawan yang cuma sibuk mengurusi buku. Dia lebih cocok kerja di biro iklan yang pandai menawarkan sesuatu yang biasa saja menjadi terlihat nikmat luar biasa.</p>
<p>Perjalanan kali ini juga berkat bujukan dan rayuan dia yang tiada henti. &#8220;Asyik pokoknya&#8230;..&#8221; Sementara aku sendiri makhluk yang gampang terjerat godaan yang menjanjikan kenikmatan. Jadilah hari sabtu 16 Agustus dipilih untuk melakukan touring kali ini.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://inlinethumb48.webshots.com/41967/2113275470103388450S200x200Q85.jpg" alt="" width="200" height="149" /></p>
<p>Menunggu memang pekerjaan yang tak menyenangkan. Apalagi, ini menanti keberangkatan kapal klotok di dermaga yang serba seadanya di kawasan perkampungan nelayan Cilincing. Warna sungai yang coklat kehitaman menemani waktu menunggu sambil baunya yang tak sedap terus hinggap sehingga hidung ini akhirnya terbiasa.</p>
<p>Dermaga penyeberangan ini sama sekali tak mirip sebuah dermaga. Ada tiga kapal bersandar di sana. Selain ke Muara Gembong, perahu lain melayani untuk tujuan Muara Bendera, yang ada di daerah Karawang. Muara Bendera letaknya lebih jauh dari Muara Gembong. Perahu yang kami tumpangi cukup lebar bisa memuat sekitar 20 penumpang.</p>
<p>Bunyi raungan mesin diesel dari perahu nelayan yang baru pulang melaut atau yang akan berangkat melaut menemani waktu penantian kapal kami untuk berangkat. &#8220;Itu mesin dicampur ama minyak,&#8221; tukas Cak Choirul, teman yang orang Tanjung Priok. Dia tampaknya paham betul seluk beluk nelayan dan kapalnya.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://inlinethumb20.webshots.com/40787/2418538920103388450S200x200Q85.jpg" alt="" width="200" height="149" /></p>
<p>Diantara masa penantian dan ombang-ambing perahu yang digoyang oleh buaian air karena perahu nelayan yang melintas, aku mencoba mencari tahu tentang perempuan muda tadi.</p>
<p>Namanya entah siapa. Dia cuma seorang buruh jahit di sebuah konveksi di kawasan Tanjung Priok. Hari itu dia ingin pulang menikmati tiga hari libur kemerdekaan. Bangsa ini memang berbahagia, pemerintahnya cukup baik dengan mengganti hari libur yang jatuh hari minggu dan memajukannya pada hari Senin.</p>
<p>&#8220;Pingin ikut perlombaan di kampung,&#8221; katanya sumringah. Ah, tapi aku terhenyak ketika aku tanya lebih jauh. Sebagai buruh pabrik yang bekerja mulai pukul 07.00 dan selesai pukul 16.30, dia hanya digaji Rp 775 ribu. Jauh di bawah upah minimun regional DKI Jakarta yang mencapai Rp 900 ribuan.</p>
<p>Untuk biaya kost dia menghabiskan uang Rp 250 ribu sebulan.</p>
<p>775.000<br />
250.000<br />
&#8212;&#8212;&#8212;-_<br />
525.000</p>
<p>Ya, sebulan dia hanya menggenggam uang Rp 525.000. Saya berpikir tak henti-hentinya bagaimana ia bertahan dengan uang sebesar itu di tengah kehidupan Jakarta yang serba mahal ini. &#8220;Yah begitulah&#8230;.&#8221; Dia masih tersenyum, kali ini kecut.</p>
<p>Lalu saya menghitung-hitung:</p>
<p>Satu hari ia bisa menghabiskan uang Rp 15.000 untuk makan. Maka selama satu bulan ia menghabiskan Rp 450 ribu. Ups, memang masih ada sisa sekitar Rp 75 ribu. Tapi bagaimana jika di tengah bulan ia jatuh sakit? Dokter mana yang harus ia tuju dengan uang hanya tinggal segitu?</p>
<p>Buruh-buruh proletar semacam gadis tadi banyak ditemui di negeri ini. Merekalah yang menjadi tulang punggung pengusaha yang ke sana kemari menunggang sedan mewah dengan gaya hidupnya yang serba glamor. Para perempuan berpendidikan SMA itu pun menjadi terbebas dari cap pengangguran, karena sudah bekerja walau jauh dari kesejahteraan.</p>
<p>Perlahan kapal kami berangkat menuju bibir laut dan kemudian menyusuri pesisir laut utara Jakarta untuk menuju Muara Gembong. Selama perjalanan, saya meneruskan perbincangan dengan gadis tadi. Meski dengan gaji pas-pasan dia mengaku senang ketimbang di kampung ia tak bekerja dan paling-paling berakhir disuruh untuk segera menikah.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://inlinethumb23.webshots.com/12566/2396288890103388450S425x425Q85.jpg" alt="" width="425" height="318" /></p>
<p>Saya jadi teringat sepupu saya di kampung yang juga menjadi buruh pabrik di Semarang dan Klaten. Mereka baru lulus SMA tahun lalu, menjadi buruh, biar bergaji kecil tetap menjadi pekerjaan terhormat bagi warga desa seperti dua sepupu saya tadi.</p>
<p>Alunan laut yang tenang menemani perjalanan. Perlahan dari kejauhan sudah terlihat hutan bakau yang diselingi rumah-rumah nelayan. Melewati bagan yang sudah hampir ambruk di sana-sini akhirnya kapal kami memasuki wilayah Muara Gembong. Muatan pertama turun. Kali ini bukan orang, melainkan setumpuk balok es. Ah, pantas segelas es teh berharga mahal di sini, itu tak lain karena balok esnya didatangkan jauh dari Cilincing sana.</p>
<p>Layaknya angkot, kapal ini pun bisa berhenti sesuai permintaan penumpang tanpa harus sandar di dermaga. Seorang penumpang kemudian juga turun. Perjalanan tinggal sebentar lagi. Sepanjang perjalanan anak-anak yang ada di pinggir sungai sudah berteriak-teriak. &#8220;Pembalap..pembalap&#8230;&#8221; Aku hanya tersenyum.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://inlinethumb42.webshots.com/42089/2645817700103388450S200x200Q85.jpg" alt="" width="200" height="149" /></p>
<p>Tiba di dermaga kecil, serombongan tukang ojek sudah siap menerkam para penumpang yang tak dijemput. Perempuan muda tadi tak diganggu, karena para tukang ojek sudah hapal kalau ia dijemput oleh kakaknya. Perempuan yang namanya lupa saya tanyakan itu, berjalan perlahan dan akhirnya pergi dengan kakaknya menunggang motor.</p>
<p>Saat sibuk menurunkan sepeda dari atap kapal, anak-anak sekolah langsung mengerubung. &#8220;Mau ke mana pak?&#8221; &#8220;Boleh pinjem sepedanya pak?&#8221; bersahut-sahut mereka saling berebut bicara.</p>
<p><img class="alignright" src="http://inlinethumb47.webshots.com/43822/2869942020103388450S200x200Q85.jpg" alt="" width="200" height="149" /></p>
<p>Perjalanan dimulai dari sini. Saya cuma pasrah, karena daerah ini sama sekali tak saya kenal. Panas di ubun-ubun sudah terasa, tapi angin wilayah pesisir membantu menghilangkan sengatan matahari. Kayuhan demi kayuhan menapaki jalan lurus yang terus berlubang.</p>
<p>Sepanjang perjalanan, potret desa langsung menyergap. Perempuan di depan rumah tengah asik mencari kutu atau menyusui anaknya. Para lelaki tampak sibuk di sebuah tempat pembelian ikan. Kawasan Muara Gembong tampak jauh sekali dari sentuhan pembangunan. Jalannya yang rusak, seperti dibiarkan menerkam para pengguna jalan.</p>
<p>Hingga akhirnya Cak Choirul meminta berhenti untuk shalat di sebuah surau milik kecamatan Muara Gembong. Kecamatan ini amat rindang oleh pohon-pohon mangga. Sayang suraunya kotor seperti tak terawat. Ah, merawat surau di kantornya sendiri tak cakap apalagi mengurus wilayah&#8230;&#8230;.begitu yang terbersit dalam pikiranku.</p>
<p>Perjalanan menyusuri jalan berdebu kami lanjutkan. Kayuhan saya memang tak sekencang tiga teman lainnya. Bukan tak ingin, saya ingin menikmati betul pemandangan di sekeliling. Saya tak ingin melepas setiap gambar yang ada di sekeliling saat menyusuri jalan tersebut.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://inlinethumb58.webshots.com/42233/2160276070103388450S425x425Q85.jpg" alt="" width="425" height="318" /></p>
<p> </p>
<p>Untuk menuju pantai Pakis Jaya kami harus menyeberangi sungai Citarum dengan eretan (perahu penyeberangan yang menggunakan tali). Sebetulnya, kami tak perlu melewati eretan kalau tadi mengikuti petunjuk abang tukang mainan yang juga biasa menggunakan sepeda melewati jalur-jalur sempit.</p>
<p>&#8220;Pake jalan biasa aja, &#8221; kata Kang Adek. Maklum, hari ini dalam rombongan kami ada Cak Choirul yang belum terbiasa melewati single-single track seperti yang biasa saya dan kang Adek lakukan. Cak Choirul biasa main sepeda onthel di Tanjung Priok, hari itu dia kami ajak karena tertarik dengan perjalanan yang dijanjikan kang Adek.</p>
<p><img class="alignright" src="http://inlinethumb63.webshots.com/41470/2842292280103388450S200x200Q85.jpg" alt="" width="200" height="149" /></p>
<p>Sungguh luar biasa, setelah menyeberang eretan pemandangan berbeda kami temukan. Di wilayah Karawang ini, jalannya mulus sekali. Jauh berbeda dengan jalan di Bekasi tadi. Padahal wilayah itu hanya dibatasi sungai saja dan perbedaan pun mencolok. Ah, pantas Ali Anwar sejarawan Bekasi ngotot menuntut agar Bekasi kembali saja ke pangkuan Jakarta.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://inlinethumb47.webshots.com/41006/2979792200103388450S200x200Q85.jpg" alt="" width="200" height="149" /></p>
<p>Sambil berjibaku mengatasi angin wilayah pesisir yang sangat kuat menghantam dari depan, kami meneruskan kayuhan. Hingga akhirnya penduduk setempat mengatakan, pantai itu hanya tinggal beberapa ratus meter saja. Duh, bahagianya.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://inlinethumb50.webshots.com/42289/2610973720103388450S200x200Q85.jpg" alt="" width="149" height="200" />Setelah melewati jalan yang baru akan diaspal, kami akhirnya sampai juga di Pantai Pakis Jaya.  Deburan ombak melambai-lambai menyambut kedatangan kami. Sayang hari itu, air laut berwarna coklat. &#8220;Biasanya sih bening,&#8221; kata seorang pedagang di bibir pantai.</p>
<p>Pantai Pakis Jaya merupakan pantai terbuka dengan jenis pasir coklat yang landai. Anak-anak tampak bermain-main di pinggiran pantai. Tempat ini masih relatif sepi. Padahal sangat berpotensi untuk dikembangkan. Mungkin lebih ramai pedagangnya ketimbang pengunjung yang datang.</p>
<p>Nah, perut yang sudah keroncongan ini akhirnya disuguhi bandeng bakar yang menyeret-nyeret nafsu makan kami. Sayang, warung tempat kami mampir menyediakan bandeng bakar plus nasi dingin yang mirip nasi dari raskin. Tapi karena lapar yah santap saja.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://inlinethumb06.webshots.com/40837/2011981700103388450S425x425Q85.jpg" alt="" width="425" height="318" /></p>
<p>Rasa penat dan pegal dari leher hingga betis akhirnya sirna. Kami mendapatkan kesegaran angin pantai dan pemandangan yang lumayan memanjakan mata.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://inlinethumb24.webshots.com/43991/2660774760103388450S200x200Q85.jpg" alt="" width="200" height="149" /></p>
<p><img class="alignright" src="http://inlinethumb42.webshots.com/26345/2120586970103388450S200x200Q85.jpg" alt="" width="200" height="149" /></p>
<p>Di tengah-tengah kami menyantap ikan, ada serombongan penari sisingaan yang tengah mengusung seorang anak yang tampaknya baru saja dikhitan.</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>Perjalanan pulang adalah saat yang paling berat. Sementara matahari berkejaran menyongsong senja, kami meninggalkan pantai Tanjung Pakis ini. Bermodal niat dan semangat kami akhirnya kami mengayuhkan lagi sepeda ini.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://inlinethumb52.webshots.com/40563/2777618310103388450S200x200Q85.jpg" alt="" width="200" height="149" /></p>
<p>Tapi belum jauh dari pantai aku menyaksikan ironi lagi. Sehari menjelang kemerdekaan, rakyat tampak berebut antri minyak tanah seharga Rp 3.150 di sebuah pangkalan minyak tanah. Subsidi yang akan dicabut untuk minyak tanah memang membuat susah rakyat kecil. Gas yang diharapkan menjadi pengganti harganya pun belum terjangkau atau kalaupun dapat gratis mereka tetap harus menebusnya dengan sejumlah uang ke petugas rt atau rw.</p>
<p>Perjalanan pulang masih jauh. Kami hanya bisa ber-dadah ria dengan para pengantri minyak tanah tadi&#8230;&#8230;..Rakyat terus saja sengsara sementara para koruptor masih bisa berlagak kaya di depan meja persidangan. Seharusnya mereka juga dibuat semiskin para pengantri minyak tadi, biar ikut merasakan susahnya jadi rakyat kecil&#8230;&#8230;..</p>
<p><img class="alignnone" src="http://inlinethumb05.webshots.com/43844/2528588190103388450S200x200Q85.jpg" alt="" width="200" height="149" /></p>
<p>Sayup-sayup terdengar lagu Slank:</p>
<p>Hidup sederhana gak punya harta asal banyak cinta&#8230;..</p>
<p>foto-foto: Adek Subrata</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/brandallokajaya.wordpress.com/133/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/brandallokajaya.wordpress.com/133/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brandallokajaya.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brandallokajaya.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brandallokajaya.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brandallokajaya.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brandallokajaya.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brandallokajaya.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brandallokajaya.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brandallokajaya.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brandallokajaya.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brandallokajaya.wordpress.com/133/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brandallokajaya.wordpress.com&blog=562738&post=133&subd=brandallokajaya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brandallokajaya.wordpress.com/2008/08/19/pantai-pakis-jaya-kusentuh-bibirmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fc46b9895ea86b04552d01e3823e84f1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">brandallokajaya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://inlinethumb58.webshots.com/40377/2795326320103388450S425x425Q85.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://inlinethumb36.webshots.com/30179/2517630510103388450S200x200Q85.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://inlinethumb48.webshots.com/41967/2113275470103388450S200x200Q85.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://inlinethumb20.webshots.com/40787/2418538920103388450S200x200Q85.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://inlinethumb23.webshots.com/12566/2396288890103388450S425x425Q85.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://inlinethumb42.webshots.com/42089/2645817700103388450S200x200Q85.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://inlinethumb47.webshots.com/43822/2869942020103388450S200x200Q85.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://inlinethumb58.webshots.com/42233/2160276070103388450S425x425Q85.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://inlinethumb63.webshots.com/41470/2842292280103388450S200x200Q85.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://inlinethumb47.webshots.com/41006/2979792200103388450S200x200Q85.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://inlinethumb50.webshots.com/42289/2610973720103388450S200x200Q85.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://inlinethumb06.webshots.com/40837/2011981700103388450S425x425Q85.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://inlinethumb24.webshots.com/43991/2660774760103388450S200x200Q85.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://inlinethumb42.webshots.com/26345/2120586970103388450S200x200Q85.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://inlinethumb52.webshots.com/40563/2777618310103388450S200x200Q85.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://inlinethumb05.webshots.com/43844/2528588190103388450S200x200Q85.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jalur Sepeda</title>
		<link>http://brandallokajaya.wordpress.com/2007/09/06/jalur-sepeda/</link>
		<comments>http://brandallokajaya.wordpress.com/2007/09/06/jalur-sepeda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Sep 2007 06:43:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brandallokajaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Sepeda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brandallokajaya.wordpress.com/2007/09/06/jalur-sepeda/</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini seorang anggota bike to work tewas ditabrak metro mini. Duka yang mendalam untuk Arief Hidayat, kawan yang belum saya kenal sama sekali.
Seharusnya kita tak berhenti pada pernyataan simpati dan duka cita. Buat saya kematian Arief bukanlah kematian sia-sia. Arief adalah seorang pejuang lingkungan, yang menginginkan kualitas udara di kota ini lebih baik. Buat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brandallokajaya.wordpress.com&blog=562738&post=63&subd=brandallokajaya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hari ini seorang anggota bike to work tewas ditabrak metro mini. Duka yang mendalam untuk Arief Hidayat, kawan yang belum saya kenal sama sekali.</p>
<p>Seharusnya kita tak berhenti pada pernyataan simpati dan duka cita. Buat saya kematian Arief bukanlah kematian sia-sia. Arief adalah seorang pejuang lingkungan, yang menginginkan kualitas udara di kota ini lebih baik. Buat kita semua, buat generasi selanjutnya.</p>
<p>Lantas apa? Ini adalah saat yang paling baik untuk menuntut segera dibuatnya sebuah jalur khusus sepeda di Jakarta. Sebuah jalur yang bisa mengeliminir terjadinya kecelakaan serupa dan tentu saja mengantisipasi korban-korban yang bakal terus berjatuhan.</p>
<p>Saya paham sulit untuk merealisasikan hal ini. Tapi usaha yang keras dan desakan yang kuat dari kita semua tentu akan menuai hasil di kemudian hari.</p>
<p>Ayo tuntut jalur sepeda!!!!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/brandallokajaya.wordpress.com/63/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/brandallokajaya.wordpress.com/63/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brandallokajaya.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brandallokajaya.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brandallokajaya.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brandallokajaya.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brandallokajaya.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brandallokajaya.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brandallokajaya.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brandallokajaya.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brandallokajaya.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brandallokajaya.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brandallokajaya.wordpress.com&blog=562738&post=63&subd=brandallokajaya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brandallokajaya.wordpress.com/2007/09/06/jalur-sepeda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fc46b9895ea86b04552d01e3823e84f1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">brandallokajaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Road to Cariu</title>
		<link>http://brandallokajaya.wordpress.com/2007/08/28/road-to-cariu/</link>
		<comments>http://brandallokajaya.wordpress.com/2007/08/28/road-to-cariu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Aug 2007 11:04:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brandallokajaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Sepeda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brandallokajaya.wordpress.com/2007/08/28/road-to-cariu/</guid>
		<description><![CDATA[Keinginan yang sudah lama tertunda. Bertandang ke Cariu untuk sekadar menengok desa tempat Kuliah Kerja Nyata saya 10 tahun yang lalu. Tantangannya: tentu saja bersepeda!
Cariu masuk dalam kabupaten Bogor. Sewaktu kuliah dulu, wilayah ini bersama Jonggol kabarnya akan dijadikan pusat pemerintahan negara menggantikan Jakarta. Kira-kira daerah ini akan dijadikan seperti daerah Putrajaya di Malaysia.
Perjalanan sepeda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brandallokajaya.wordpress.com&blog=562738&post=62&subd=brandallokajaya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Keinginan yang sudah lama tertunda. Bertandang ke Cariu untuk sekadar menengok desa tempat Kuliah Kerja Nyata saya 10 tahun yang lalu. Tantangannya: tentu saja bersepeda!</p>
<p>Cariu masuk dalam kabupaten Bogor. Sewaktu kuliah dulu, wilayah ini bersama Jonggol kabarnya akan dijadikan pusat pemerintahan negara menggantikan Jakarta. Kira-kira daerah ini akan dijadikan seperti daerah Putrajaya di Malaysia.</p>
<p>Perjalanan sepeda kali ini tetap dilakukan bersama duet saya kang Adek. Dia pula yang selalu menggoda saya untuk nggenjot ke Cariu. Pagi buta saya mulai berangkat dari Kranji untuk menjemput kang Adek. Pagi-pagi saya sudah nyasar. Maklum cuma pernah sekali ke rumahnya.</p>
<p>Sepeda mulai digowes melewati perumahan yang sudah tumbuh padat di Bekasi. Yang kasihan, orang-orang perumahan ini tak punya sebuah taman kota yang luas sekadar untuk berolahraga. Bahkan mereka harus mengadakan senam bersama di sebuah pusat pertokoan yang nyaris tak ada pohonnya. Duh&#8230;perencanaan kota yang buruk memang.</p>
<p>Nawit adalah tujuan pertama. Berbekal peta fotokopi. Kami melewati jembatan nawit yang legendaris di kalangan pesepeda. Setelah menyebrang sungai, perjalanan melewati sawah dan kebun silih berganti. Sayang sawahnya sedang puso. Musim kemarau membuat tanaman padi ambruk, begitu juga wajah para petaninya.</p>
<p><img src="http://aycu21.webshots.com/image/25380/2001560090113392881_rs.jpg" /></p>
<p><strong>J</strong><strong>embatan Nawit nan legendaris </strong></p>
<p><span id="more-62"></span><br />
Melewati Cibarusah kami menemukan sebuah jembatan gantung yang sangat panjang. Hmm&#8230;rasanya menantang untuk diseberangi. Anak-anak sekitar yang sedang bermain pun ramai mengerubungi kami. &#8220;Darimana pak?&#8221; teriak anak-anak silih berganti. Mereka pun tak percaya kala kami bilang kami nggenjot dari Bekasi. &#8220;Wah hebat banget&#8230;..&#8221;</p>
<p><img src="http://aycu23.webshots.com/image/27622/2003979320383690410_rs.jpg" /><br />
<strong>Wuuiiih tinggi buanget&#8230;.. </strong></p>
<p><img src="http://aycu38.webshots.com/image/24437/2003933163484686818_rs.jpg" /><br />
<strong>Melewati jembatan gantung </strong></p>
<p>Perjalanan kami lanjutkan untuk segera mencapai jalan raya Jonggol. Jalan raya kami pilih karena waktu yang terus mengejar. Untuk mencapai Cariu tampaknya tak mungkin jika ingin melewati jalur cross country. Setelah mengikuti aliran pengairan akhirnya kami menemukan jalan raya Jonggol.</p>
<p>Horee&#8230;langsung dapat turunan dan kecepatan sepeda mencapai 60 kpj. Gila ini turunannya panjang banget..n gak perlu ngerem. Akhirnya sampai juga di ibukota Cariu.</p>
<p><img src="http://aycu12.webshots.com/image/23491/2002987994436644405_rs.jpg" /><br />
<strong>Istirahat di ibukota kecamatan Cariu (Kang Adek mbaca perjalanan Koran Tempo ttg Telaga Warna)</strong></p>
<p>Setelah membeli nangka seribu perak tapi dapet banyak banget, kami lanjutkan perjalanan menuju Desa Bantar Kuning. Ini adalah desa tempat saya KKN dulu. Hmm&#8230;ada perasaan gimana gitu mengingat desa ini.</p>
<p>Akhirnya tiba juga. Tujuan pertama sungai Cibeet di belakang desa ini. Bukan apa-apa, kami cuma ingin segera sholat. Tapi tak ada batu besar yang bisa dipakai sebagai tempat sholat di sini <img src="http://aycu37.webshots.com/image/27236/2002919463921399937_rs.jpg" /></p>
<p><strong>Di tepi Kali Cibeet </strong></p>
<p><img src="http://aycu36.webshots.com/image/24435/2002717440260350255_rs.jpg" /></p>
<p>Kemudian saya bertemu dengan pak mandor rosyid dan ibu. Pak Mandor yang dulu gagah, ternyata sudah kena stroke, tubuhnya juga kurus. Ternyata mereka masih kenal saya&#8230;&#8230;inilah yang mengharukan. Dulu merekalah yang menampung kami di rumahnya. Ibu Mandor dari dulu sampai sekarang tetap tak bisa berbahasa Indonesia. Saya pun patah-patah bicara Sunda&#8230;teing&#8230;&#8230;hehehe&#8230;..</p>
<p>Di desa ini ada sekolah Mts yang sejak dulu sampai sekarang tak berubah. Cuma 3 lokal. Jadi satu kelas harus diisi oleh dua tingkat. Kelas 1 bareng kelas 2 dan seterusnya. Sedih? Ya iyalah inilah potret pendidikan kita.</p>
<p><img src="http://aycu34.webshots.com/image/26873/2002340065610258987_rs.jpg" /></p>
<p><strong>MTs Al Khaeriyah  </strong></p>
<p>Di sini muncul ide untuk menyambangi pusat penangkaran rusa Cariu. Akhirnya kami setoplah angkot dan meluncur ke sana. Dengan sewa 25 ribu berdua akhirnya kami tiba. Maklum dengkul dah gak kuat nggenjot lagi karena jalan ke arah sana nanjak semua.</p>
<p><img src="http://aycu40.webshots.com/image/26199/2002319107554524133_rs.jpg" /></p>
<p><strong>Pintu Gerbang Penangkaran Rusa</strong><br />
<img src="http://aycu18.webshots.com/image/22417/2005889811815028589_rs.jpg" /></p>
<p><strong>Potret bareng rusa </strong></p>
<p>Setelah susah mencari tempat sholat akhirnya diputuskan untuk sholat di tepi sungai. Semua pakaian yang basah oleh keringat akhirnya kami copot, dan ganti dengan sarung dan baju baru. Rasanya sungguh nikmat, menghadap sang Khalik dengan alunan debur sungai menyertai.</p>
<p><img src="http://aycu08.webshots.com/image/24847/2005540528777730104_rs.jpg" /></p>
<p><strong>Khusuk</strong></p>
<p>Bantar Kuning 10 tahun lalu</p>
<p>Lima mahasiswa Universitas Indonesia dengan semangat membara mengikuti KKN. Saya salah satunya. Tapi kalau saya alasannya adalah mencari udara segar setelah ditinggal kekasih hik..hik..hik&#8230;s&#8230;.Skripsi mandek, ya akhirnya ikut KKN aja, buat nambah-nambahin nilai A hehehe&#8230;..</p>
<p>Justru di sini saya menemukan pacar baru. Mahasiswa KKN juga. Namanya Ambar dari Fakultas Psikologi UI. Hmm&#8230;hebat juga anak Sastra bisa dapat anak Psikologi. Tapi kisah kasihnya cuma sebentar, karena ternyata eh ternyata hatiku masih terbawa-bawa yang lama&#8230;&#8230;.</p>
<p>Di desa ini saya tinggal di rumah Mandor Rosyid. Tapi kami juga banyak mendapat bantuan dari ibu Iyom. Ajang anaknya sangat membantu kami. Keluarga sederhana yang baik ini sungguh menerima kami dengan tulus. Abah dan Ibu Iyom sempat saya temui. Tapi Ajang yang sudah jadi guru SMA sedang tak di rumah.</p>
<p>Ternyata mereka masih ingat saya&#8230;duh senengnya&#8230;&#8230;kebaikan orang desa memang selalu tulus&#8230;..</p>
<p>Total jarak yang ada di cyclo: 78.8 km</p>
<p>Top speed: 60 kpj ( Turunan curam Telkom)</p>
<p>Waktu : 12 jam</p>
<p><img src="http://aycu03.webshots.com/image/24362/2001524809112492696_rs.jpg" /><br />
<strong>Bersama bapak dan ibu Iyom </strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/brandallokajaya.wordpress.com/62/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/brandallokajaya.wordpress.com/62/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brandallokajaya.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brandallokajaya.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brandallokajaya.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brandallokajaya.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brandallokajaya.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brandallokajaya.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brandallokajaya.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brandallokajaya.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brandallokajaya.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brandallokajaya.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brandallokajaya.wordpress.com&blog=562738&post=62&subd=brandallokajaya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brandallokajaya.wordpress.com/2007/08/28/road-to-cariu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fc46b9895ea86b04552d01e3823e84f1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">brandallokajaya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aycu21.webshots.com/image/25380/2001560090113392881_rs.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://aycu23.webshots.com/image/27622/2003979320383690410_rs.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://aycu38.webshots.com/image/24437/2003933163484686818_rs.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://aycu12.webshots.com/image/23491/2002987994436644405_rs.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://aycu37.webshots.com/image/27236/2002919463921399937_rs.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://aycu36.webshots.com/image/24435/2002717440260350255_rs.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://aycu34.webshots.com/image/26873/2002340065610258987_rs.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://aycu40.webshots.com/image/26199/2002319107554524133_rs.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://aycu18.webshots.com/image/22417/2005889811815028589_rs.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://aycu08.webshots.com/image/24847/2005540528777730104_rs.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://aycu03.webshots.com/image/24362/2001524809112492696_rs.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>070707</title>
		<link>http://brandallokajaya.wordpress.com/2007/07/11/070707/</link>
		<comments>http://brandallokajaya.wordpress.com/2007/07/11/070707/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jul 2007 04:39:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brandallokajaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Sepeda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brandallokajaya.wordpress.com/2007/07/11/070707/</guid>
		<description><![CDATA[Angka ini buat sebagian orang penuh hoki. Tapi buat kami ini adalah saatnya berpetualang. Setelah mas Tulus-teman kantor yang ingin sekali merasakan asyiknya medan di Rindu Alam Puncak gagal berangkat, akhirnya kami, saya dan Kang Adek berniat untuk terus. &#8220;Udah butuh oksigen nih,&#8221; kata saya.
Sial. Boleh jadi kata ini yang pertama kali keluar saat tahu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brandallokajaya.wordpress.com&blog=562738&post=37&subd=brandallokajaya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Angka ini buat sebagian orang penuh hoki. Tapi buat kami ini adalah saatnya berpetualang. Setelah mas Tulus-teman kantor yang ingin sekali merasakan asyiknya medan di Rindu Alam Puncak gagal berangkat, akhirnya kami, saya dan Kang Adek berniat untuk terus. &#8220;Udah butuh oksigen nih,&#8221; kata saya.</p>
<p>Sial. Boleh jadi kata ini yang pertama kali keluar saat tahu ternyata kang Adek ternyata belum berangkat dari Bekasi saat jam sudah menunjuk angka 7. Bis yang biasa dipake gak muncul-muncul. Katanya sih dipakai untuk anak-anak pariwisata. Pada tanggal yang sama 15 orang tewas dari bus Pariwisata. Mengerikan&#8230;.</p>
<p>Saya padahal sudah ngejogrok di Terminal Baranangsiang sejak pukul 07.00 dan kang Adek baru muncul jam 09.30 alamak. &#8220;Macet,&#8221; kataku soal rencana ke puncak. Akhirnya setelah berembug sebentar kami memutuskan untuk genjot menuju Curug Bojong Koneng di kawasan Sentul. Saya pernah ke curug ini sekitar dua tahun lalu.</p>
<p>Perjalananpun dimulai tentu saja dengan peta mulut. Hehehehe&#8230;.maklum kami sama sekali buta menuju tempat itu.</p>
<p><img src="http://aycu32.webshots.com/image/22191/2000885133646403730_rs.jpg" /></p>
<p><strong>Bingung, mo kemana neh?????</strong></p>
<p>Hampir di setiap pertigaan kami selalu bertanya. Akhirnya ada petunjuk trek yang lumayan bagus. Masuklah kami ke Dusun II Kecamatan Babakan Madang. Jalan aspal berhenti pada sebuah sungai dengan jembatan bambu. Uhuy jembatan bambu. Tapi baru mau ngeluarin kamera, hujan turun deras sekali. Terpaksalah kami berhenti di sebuah rumah panggung.<span id="more-37"></span></p>
<p>Perjalanan tetap kami lanjutkan</p>
<p><img src="http://aycu23.webshots.com/image/20102/2003879220715863708_rs.jpg" /></p>
<p><strong>Di tengah sawah euy<br />
</strong></p>
<p>Sempat tersesat di tengah perkebunan singkong. Kabarnya tanah ini sudah dibeli oleh Sentul City, saya jadi miris, entah apakah tahun-tahun mendatang tempat ini masih eksotis atau sudah berubah menjadi perumahan-perumahan mewah yang angkuh.</p>
<p>Di tengah jalan perut sudah keroncongan. Untunglah ada keramaian. Ternyata sedang ada acara kenaikan kelas. Nah kalau di desa-desa di Jawa Barat acara kenaikan kelas sering disebut Samen. Berbagai acara digelar mulai dari tari hingga nyanyi. Mirip dengan acara 17-an. Pasar-pasar kaget pun bertebaran.</p>
<p>Ternyata ada pedagang sate kiloan, ini adalah sate kambing yang kalau beli bukan berdasar porsi tapi berdasarkan timbangan berat daging. Satu kilo dihargai Rp 65 ribu. Kami pun hanya membeli 1/4 kg saja. Tapi ada makanan yang menurut saya aneh. Mirip gado-gado tapi kok gak ada sayurannya. Cuma ada nangka dan kol.</p>
<p><img src="http://aycu17.webshots.com/image/21696/2001059181819994370_rs.jpg" /></p>
<p><strong>Nama makanan ini kaledop (mirip karedok tapi ya aneh ya) </strong></p>
<p><img src="http://aycu07.webshots.com/image/21246/2006348185416613904_rs.jpg" /></p>
<p><strong>Permisi pak, numpang lewat&#8230;&#8230;<br />
</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><img src="http://aycu18.webshots.com/image/21137/2002452139117800155_rs.jpg" /></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>suasana acara samen di SD Bojong Koneng</strong></p>
<p>Akhirnya sampai juga di air terjun Bojong Koneng. Namun untuk ke sini medannya sangat berat dan cuman sedikit bisa dilalui sepeda. Jembatan bambunya pun sudah rusak parah. Dan lebih parah lagi, ada sekelompok orang yang menagih uang masuk sebesar Rp 5000. Saya tak tahu siapa mereka. Tapi tak ada tiket untuk mengganti uang yang saya keluarkan. Jadi sulit sekali pariwisata kita maju jika masih ada kutipan-kutipan tak jelas seperti ini.</p>
<p><img src="http://aycu28.webshots.com/image/21547/2000120610805574954_rs.jpg" /></p>
<p><strong>Kok dituntun kang???? </strong></p>
<p><img src="http://aycu26.webshots.com/image/19945/2003476800183341951_rs.jpg" /><br />
<img src="http://aycu36.webshots.com/image/20795/2005784935949993592_rs.jpg" /></p>
<p><strong>Akhirnya perjuangan yang berat terbayar </strong></p>
<p>Nah, pulang dari tempat ini kami diguyur hujan sepanjang perjalanan pulang. Rem saya yang cuma V break harus bekerja ekstra keras menaklukan turunan aspal yang licin diguyur hujan. &#8220;Udah hukum alam, waktunya diganti tuh&#8230;..&#8221; ledek kang Adek.</p>
<p>Di tengah jalan mampir di toko sepeda di Mayor Oking. Duh minder, liat barang-barang yang serba mahal di sono.</p>
<p>Berangkat pkl 05.00 sampai rumah pkl 19.30&#8230;.bayangin deh capeknya&#8230;&#8230;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/brandallokajaya.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/brandallokajaya.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brandallokajaya.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brandallokajaya.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brandallokajaya.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brandallokajaya.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brandallokajaya.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brandallokajaya.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brandallokajaya.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brandallokajaya.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brandallokajaya.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brandallokajaya.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brandallokajaya.wordpress.com&blog=562738&post=37&subd=brandallokajaya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brandallokajaya.wordpress.com/2007/07/11/070707/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fc46b9895ea86b04552d01e3823e84f1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">brandallokajaya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aycu32.webshots.com/image/22191/2000885133646403730_rs.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://aycu23.webshots.com/image/20102/2003879220715863708_rs.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://aycu17.webshots.com/image/21696/2001059181819994370_rs.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://aycu07.webshots.com/image/21246/2006348185416613904_rs.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://aycu18.webshots.com/image/21137/2002452139117800155_rs.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://aycu28.webshots.com/image/21547/2000120610805574954_rs.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://aycu26.webshots.com/image/19945/2003476800183341951_rs.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://aycu36.webshots.com/image/20795/2005784935949993592_rs.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Aku Ingin Melepas Masker Sebentar Saja</title>
		<link>http://brandallokajaya.wordpress.com/2007/06/18/aku-ingin-melepas-masker-sebentar-saja/</link>
		<comments>http://brandallokajaya.wordpress.com/2007/06/18/aku-ingin-melepas-masker-sebentar-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jun 2007 09:31:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brandallokajaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Sepeda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brandallokajaya.wordpress.com/2007/06/18/aku-ingin-melepas-masker-sebentar-saja/</guid>
		<description><![CDATA[Angin pagi ini semilir-semilir. Si hitam biru yang sedari tadi malam sudah dibersihkan dan bannya sudah disemir kinclong..clong akhirnya dikeluarkan. Di luar udara tersaput mendung. Lagu SMS mengiringi kayuhan saya menuju ujung gang. Anak-anak masih ramai berkeliaran.
Hmm&#8230;.cuaca pagi ini sungguh bersahabat, tak ada matahari menyengat. Kayuhan sepedapun lancar hingga saya harus memasuki jalan Pejaten Raya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brandallokajaya.wordpress.com&blog=562738&post=46&subd=brandallokajaya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Angin pagi ini semilir-semilir. Si hitam biru yang sedari tadi malam sudah dibersihkan dan bannya sudah disemir kinclong..clong akhirnya dikeluarkan. Di luar udara tersaput mendung. Lagu SMS mengiringi kayuhan saya menuju ujung gang. Anak-anak masih ramai berkeliaran.</p>
<p>Hmm&#8230;.cuaca pagi ini sungguh bersahabat, tak ada matahari menyengat. Kayuhan sepedapun lancar hingga saya harus memasuki jalan Pejaten Raya yang padat. Sebelumnya tukang tambal ban langganan menjadi tujuan untuk menambah angin ban. &#8220;Tumben siang pak,&#8221; kata tukang itu. &#8220;Tapi biar siang lumayan teduh nih pak,&#8221; katanya lagi.</p>
<p><span id="more-46"></span><br />
Dimulailah ritual itu: Memasang masker demi menghindari polusi yang menggila. Apalagi di perempatan Republika saat kendaraan lain berhenti menunggu lampu menyala hijau. Asap adalah siksaan yang harus diantisipasi.</p>
<p>Meski bukan punggung kerbau, tanjakan di Pejaten Barat lumayan menguras tenaga. Nah ini dia masalahnya, masker seperti menghambat oksigen ke paru-paru. Dan yang sering terjadi adalah kelelahan yang mendera setelah melewati tanjakan tadi. Belum lagi selesai menikmati turunan, tanjakan di depan SMIP Paramitha sudah menghadang. Sementara mobil di depan dan motor sliwar-sliwer dengan asapnya yang alamak&#8230;&#8230;.</p>
<p>Pertigaan Kemang adalah siksaan berikutnya. Angkot yang selebor dan motor dengan knalpot segede gaban membuat pernafasan ini tambah tak nikmat. Membuka masker bukan pilihan yang tepat.</p>
<p>Untung lampu segera berganti hijau dan melesatlah si patrol melewati kopaja penghasil polusi yang berjalan tersendat-sendat kelebihan penumpang. Jalan Kemang Dalam adalah pilihan favorit. Di sini akhirnya masker saya buka. Duh rasanya maknyus udara pagi dengan pepohonan yang rindang lumayan untuk dihirup walau cuma sebentar.</p>
<p>Keluar dari kawasan Kemang dalam, masker wajib dipakai lagi. Selain polusi dari knalpot kendaraan, debu yang mengepul-ngepul di jalan adalah musuh yang harus dilawan.</p>
<p>Seandainya udara pagi ini bisa saya hirup tanpa mengenakan masker sepanjang jalan&#8230;.betapa indahnya&#8230;..</p>
<p>Juni 2007</p>
<p>Perjalanan</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/brandallokajaya.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/brandallokajaya.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brandallokajaya.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brandallokajaya.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brandallokajaya.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brandallokajaya.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brandallokajaya.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brandallokajaya.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brandallokajaya.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brandallokajaya.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brandallokajaya.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brandallokajaya.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brandallokajaya.wordpress.com&blog=562738&post=46&subd=brandallokajaya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brandallokajaya.wordpress.com/2007/06/18/aku-ingin-melepas-masker-sebentar-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fc46b9895ea86b04552d01e3823e84f1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">brandallokajaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>